40 Persen NU Daerah Ingin Perubahan di Tubuh PBNU
Muktamar NU ke-35 mendatang, sebanyak 40 persen pengurus wilayah dan cabang Nahdlatul Ulama (NU) di sejumlah daerah Indonesia ingin perubahan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Hal ini dikatakan mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam. Ia mengungkapkan aspirasi tersebut setelah melakukan silaturahmi ke berbagai wilayah di Indonesia.
Menurut Gus Salam, semangat perubahan terhadap PBNU dipicu oleh penurunan produktivitas organisasi serta situasi internal yang kurang kondusif. "Dari apa yang kami dengar dari teman-teman di PCNU maupun PWNU bahwa semangat perubahan terhadap PBNU ini sangat besar," kata Gus Salam, di Surabaya, Rabu (3/6). Dia mengatakan bahwa pengurus di tingkat wilayah dan cabang merasakan ketidaksolidan di internal PBNU.
Gus Salam juga menyebutkan bahwa kondisi ini terus berlanjut hingga menjelang Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar NU ke-35. "Jadi menjelang Munas, Konbes bahkan menjelang Muktamar ini pun di internal masih terlihat belum solid sehingga ini juga dirasakan oleh teman-teman di PWNU dan PCNU sehingga semangat mereka untuk adanya perubahan ini sangat kuat," klaimnya.
Dalam beberapa minggu terakhir, Gus Salam telah mengunjungi berbagai daerah untuk mengetahui aspirasi pengurus wilayah dan cabang. "Ya yang jelas kami sudah hampir 40 persen yang sudah bersilaturahmi dengan kami. Dan rata-rata sambutannya cukup baiklah," kata Gus Salam saat diwawancarai.
Gus Salam juga tidak menutup kemungkinan akan mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU. "Ya kita optimis sajalah. Tentu nanti pas Munas Konbes kami akan melakukan konsolidasi yang lebih konkret dan lebih terukur untuk memastikan bagaimana suara dukungan yang akan bisa kami raih," tambahnya.
Hingga saat ini, Gus Salam telah mencatat sudah ada sekitar 40 persen struktur PWNU dan PCNU daerah yang telah disambangi dan diajak berkomunikasi. Rangkaian konsolidasi tersebut meliputi seluruh wilayah di Jawa, serta beberapa provinsi di Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.