Akademisi Soroti Dugaan Korupsi BGN, Keberlanjutan MBG Masih Terbengong
Penangkapan dan penetapan tersangka oleh Kejaksaan Agung terhadap mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta dua mantan wakil BGN, Sony Sanjaya dan Lodewijk Pusung, dalam pusaran kasus korupsi BGN mengundang berbagai reaksi publik. Civitas academica UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi salah satu pihak yang menyoroti kasus tersebut.
Mereka mempertanyakan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masa mendatang. "Kasus BGN ini sangat mengecewakan, karena program MBG sudah berjalan lama dan banyak manfaatnya bagi masyarakat," kata salah satu akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Para akademisi tersebut juga menyatakan bahwa penangkapan terduga korupsi bukanlah langkah yang cukup untuk mengatasi masalah korupsi di BGN.
Para akademisi tersebut berharap agar pemerintah dapat segera menunjuk kepala BGN baru yang bisa memimpin BGN dengan baik dan transparan. "Kita harap pemerintah bisa cepat memilih kepala BGN baru yang tidak terlibat dalam kasus korupsi ini," kata salah satu akademisi lainnya. Dengan demikian, para akademisi tersebut berharap agar Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.