AS Siap Melanjutkan Perang dengan Iran, Presiden Trump Tetap Teguh
politik

AS Siap Melanjutkan Perang dengan Iran, Presiden Trump Tetap Teguh

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Amerika Serikat siap untuk melanjutkan perang dengan Iran jika diperlukan. Hal ini disampaikan Menteri Perang Pete Hegseth saat menghadiri konferensi tingkat tinggi pertahanan di Asia pada Sabtu (30/5). "Kami lebih dari mampu, persediaan kami lebih dari cukup untuk itu [perang lagi], baik di sana maupun di seluruh dunia karena bagaimana kami menyeimbangkan amunisi yang canggih dan lebih melimpah," kata Hegseth.

AS dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan memulai negosiasi soal program nuklir Teheran. Namun, proposal itu masih harus disetujui Presiden AS Donald Trump. Ia teguh ingin melucuti program dan persenjataan nuklir Iran. "Iran harus setuju mereka tak akan pernah memiliki senjata atau bom nuklir. Selat Hormuz segera dibuka, tanpa biaya tol, untuk lalu lintas pelayaran tanpa batasan, di kedua arah," kata Trump.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menggemakan sikap tersebut dengan menyatakan pasukan AS "tetap hadir dan waspada" di seluruh kawasan Timur Tengah. Presiden Trump dilaporkan menggelar pertemuan dengan para penasihatnya di Gedung Putih usai negosiasi AS-Iran guna membahas kesepakatan nuklir Iran pada Jumat. Pertemuan berakhir tanpa keputusan, namun Trump tetap ingin Iran tak akan pernah mampu mengembangkan senjata nuklir.

Iran berulang kali menyatakan program nuklir mereka untuk tujuan sipil bukan membuat senjata. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei juga mengatakan negosiasi terakhir dengan AS fokus untuk mengakhiri perang, masalah nuklir dibahas usai konflik betul-betul rampung.