Fenomena Blue Moon, Bulan Purnama Biru Tidak Benar-Benar Berubah Warna
Fenomena langka Blue Moon atau Bulan Purnama Biru bakal menghiasi langit malam pada Minggu (31/5). Apakah Bulan akan benar-benar berwarna biru? Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena ini cukup jarang terjadi, rata-rata hanya dua atau tiga tahun sekali. Ini sekaligus menjadi purnama kedua pada Mei tahun ini, setelah sebelumnya Flower Moon menghiasi langit malam pada 1 Mei.
Menurut BRIN, nama Blue Moon hanyalah istilah untuk menyebut fenomena bulan purnama tambahan yang kemunculannya tidak terlalu sering. "Karena itulah, istilah Blue Moon kemudian sering dikaitkan dengan sesuatu yang jarang terjadi," ujar BRIN. Meski disebut Bulan Purnama Biru, Bulan sebenarnya tidak akan berubah menjadi warna biru. Bulan tetap terlihat putih kekuningan seperti biasanya.
Puncak fase purnama Blue Moon akan terjadi pada 31 Mei. Namun di Indonesia, waktu puncaknya jatuh pada sore hari, karena itu momen terbaik untuk menikmatinya tetap saat malam tiba, ketika Bulan mulai terlihat jelas di langit timur. Menariknya, pada malam Blue Moon bersinar, Bulan juga akan tampak berdekatan dengan Antares, bintang merah terang yang dikenal sebagai 'jantung' konstelasi Scorpio.
Blue Moon dapat diamati langsung dengan mata telanjang tanpa bantuan alat khusus seperti teleskop. Namun agar pengamatan lebih maksimal, pengamat disarankan mencari lokasi dengan langit terbuka. Jika cuaca cerah, fenomena ini dapat dinikmati dari seluruh wilayah Indonesia sepanjang malam.