Harga Minyak Meledak 3,8% ke US$94 Buntut Israel Ganggu Deal AS-Iran
Harga minyak dunia melonjak 3,8 persen ke US$94,55 per barel pada perdagangan Senin (1/6) usai Iran menghentikan perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Langkah penundaan diambil Iran sebagai bentuk protes terhadap meluasnya invasi militer Israel di Lebanon. Teheran menuntut kedamaian Lebanon merupakan salah satu prasyarat gencatan senjata.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik US$3,43 atau 3,8 persen menjadi US$94,55 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah AS (WTI) melesat US$3,87 atau 4,4 persen menjadi US$91,23 per barel.
Analis IG Tony Sycamore mengatakan kekhawatiran terkait ranjau di Selat Hormuz, jalur pelayaran utama minyak dan gas dunia, terus meningkat. "Bahkan jika kesepakatan tercapai, hal itu tidak akan langsung menciptakan lonjakan pasokan minyak," kata Sycamore dalam catatannya dikutip Reuters.
Meningkatnya konflik di Timur Tengah, setelah Washington menjadi tuan rumah perundingan damai Israel-Lebanon pada Jumat lalu, memudarkan harapan perdamaian AS-Iran. Padahal Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan segera memutuskan proposal kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata yang diumumkan pada awal April.