Harga Minyak Menanjak ke US$95 di tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Harga minyak dunia masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa pekan, dipicu oleh ketidakpastian perkembangan negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pada perdagangan Selasa (2/6), harga minyak Brent naik tipis 6 sen atau 0,06 persen menjadi US$95,04 per barel.
Kedua kontrak acuan tersebut sebelumnya melonjak lebih dari 5 persen pada sesi perdagangan sebelumnya. Namun, penguatan harga sempat memangkas sebagian kenaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan belum mendapat informasi bahwa Iran menghentikan pembicaraan dengan Washington.
Ketidakpastian pasar muncul setelah Trump mengungkapkan negosiasi dengan Iran masih berlangsung. Di sisi lain, kantor berita Tasnim melaporkan Teheran telah menangguhkan perundingan tidak langsung dengan AS. Hal ini membuat para analis dan investor merasa bingung tentang perkembangan yang akan terjadi.
"Pasar saat ini fokus pada apakah ada kemajuan konkret atau kemunduran dalam negosiasi AS-Iran, nada dan substansi pernyataan dari kedua pihak, khususnya ancaman Iran terkait Selat Hormuz, serta pergerakan fisik kapal tanker di jalur pelayaran itu," kata Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer.
Ia menambahkan bahwa status negosiasi kedua negara akan menentukan apakah premi risiko yang saat ini melekat pada harga minyak tetap bertahan atau mulai berkurang. Di saat yang sama, Lebanon juga mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel sebagai upaya deeskalasi terbatas di tengah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Analis IG Tony Sycamore memperkirakan volatilitas harga minyak masih akan tinggi selama belum ada kepastian terkait proses perdamaian. "Dengan berbagai perkembangan yang terus muncul dari Timur Tengah, harga minyak kemungkinan tetap bergejolak sampai ada bukti yang lebih jelas mengenai kemajuan menuju kesepakatan damai," katanya.
Kondisi ini membuat para investor dan analis merasa sulit untuk memprediksi perkembangan harga minyak di masa depan. Harga minyak akan terus dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi AS-Iran dan keamanan kapal tanker di Selat Hormuz.