Harga Telur Ayam Turun di Tingkat Peternak, Petugas Menggelar Aksi di Blitar
ekonomi

Harga Telur Ayam Turun di Tingkat Peternak, Petugas Menggelar Aksi di Blitar

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Peternak di Blitar, Jawa Timur, terutama yang tergabung dalam Peternak Rakyat Blitar Raya, telah mengalami penurunan harga telur ayam hingga Rp20.600 per kilogram di tingkat peternak. Kondisi ini telah menyebabkan ratusan peternak berkumpul untuk meminta perlindungan pemerintah agar dapat menstabilkan harga telur dan pakan. Menurut Koordinator Peternak Rakyat Blitar Raya Suyanto, harga telur ayam di kandang saat ini hanya sekitar Rp20.600 per kilogram, jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai Rp23 ribu per kilogram.

"Harga telur anjlok. Hari ini di kandang Rp20.600 per kilogram, sementara HPP di kami itu Rp23 ribu per kilogram. Padahal HAP (Harga Acuan Pembelian) sebesar Rp24.500 sampai Rp26.500 per kilogram," kata Suyanto seperti dikutip dari Antara.

Selain penurunan harga telur, peternak juga menghadapi tekanan dari kenaikan biaya produksi, terutama pakan ternak. Menurut Suyanto, harga pakan ayam kemasan 50 kilogram telah naik hingga Rp30 ribu per karung. Pakan yang sebelumnya dijual Rp370 ribu per karung kini naik menjadi Rp400 ribu, sedangkan pakan yang sebelumnya Rp400 ribu kini mencapai Rp430 ribu per karung.

Selain itu, harga jagung sebagai bahan baku utama pakan juga masih tinggi di kisaran Rp6.400-Rp6.500 per kilogram. Kondisi ini telah membuat sebagian peternak terpaksa menjual aset pribadi demi mempertahankan usaha mereka.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) menunjukkan harga telur ayam ras secara nasional memang cenderung melemah dalam sepekan terakhir. Harga rata-rata nasional tercatat Rp30.500 per kilogram pada 29 Mei 2026, kemudian turun menjadi Rp30.150 per kilogram pada 1 Juni 2026 sebelum kembali naik tipis ke Rp30.450 per kilogram pada 2 Juni 2026.

Meski demikian, harga di tingkat peternak masih jauh lebih rendah dibanding harga yang diterima konsumen. Peternak dari Blitar, Kediri, Tulungagung hingga Malang sengaja melakukan aksi bersama untuk mendesak pemerintah segera mengambil langkah menstabilkan harga telur dan pakan.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto mengaku memahami keresahan peternak ayam petelur yang menghadapi tekanan dari dua sisi, yaitu penurunan harga telur dan kenaikan biaya produksi.