IESR Ungkap Strategi Jitu Capai Target PLTS 100 GW dalam Lima Tahun
Pemerintah diminta membantu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyusun strategi implementasi program pembangunan PLTS 100 GW. IESR telah mulai menyusun kajian dan berkonsultasi dengan berbagai kementerian serta lembaga yang terlibat dalam program ini, mulai dari Kementerian ESDM, Kementerian Koperasi, hingga Kementerian Perindustrian.
Tantangan utama target PLTS 100 GW bukan pada kemampuan teknis Indonesia, melainkan kesiapan faktor pendukung (enabling factors). Pembangunan PLTS skala besar tidak bisa dilakukan secara instan tanpa perencanaan matang. Pemerintah harus lebih dulu menentukan lokasi pembangunan, kebutuhan listrik desa, hingga model bisnis yang akan digunakan.
IESR mengusulkan dua tahun pertama difokuskan pada fase persiapan sebelum pembangunan masif dilakukan. Persiapan itu mencakup regulasi, kelembagaan, rantai pasok, standar kinerja, hingga model bisnis. Kunci keberhasilannya untuk bisa deliver dalam waktu 5 tahun, itu adalah di fase perencanaan, persiapan.
Selain itu, IESR juga mengusulkan pendekatan modular dan plug and play agar pembangunan PLTS bisa dilakukan lebih cepat. Fabby mencontohkan sistem baterai dan infrastruktur pendukung dapat dibuat dalam bentuk kontainer siap pakai.