Iran Tolak Pertemuan Trump dengan Mojtaba Khamenei, Dinilai Tak Realistis
Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tidak akan terjadi, menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Menurutnya, hal itu tidak realistis karena Mojtaba telah memiliki kendali penuh atas negara sejak kakeknya, Ali Khamenei, meninggal dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Februari lalu.
Dalam sebuah wawancara dengan media Lebanon, Araghchi menyebut bahwa kemungkinan pertemuan antara Trump dan Mojtaba tidak mungkin terjadi. "Saya pikir kita harus realistis dan berpikir serta hidup di dunia nyata," ujar Araghchi seperti dikutip AFP.
Mojtaba Khamenei telah memiliki kendali penuh atas negara sejak kakeknya, Ali Khamenei, meninggal dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Februari lalu. Menurut Araghchi, Mojtaba telah hadir dalam setiap urusan negara dan memiliki kendali penuh.
Selain itu, Araghchi juga mengatakan bahwa alasan Mojtaba tidak pernah muncul ke publik sejak dipilih pimpin Iran adalah "karena pertimbangan keamanan". Saat ini, Iran dan Amerika Serikat telah sepakat gencatan senjata, dimulai pada 8 April lalu. Namun, negosiasi langsung maupun melalui perantara antara Iran dan AS sejauh ini masih gagal menghasilkan solusi permanen atas konflik tersebut.