Israel Putus Hubungan dengan Sekjen PBB Setelah Dimasukkan ke Daftar Hitam
Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Danny Danon telah mengumumkan bahwa negara Israel akan memutus hubungan dengan Sekjen PBB Antonio Guterres setelah Tel Aviv dimasukkan ke dalam daftar hitam pelaku kekerasan seksual terhadap warga Palestina. Keputusan ini diumumkan oleh Danon melalui unggahan di media sosial pada Kamis (28/5).
"Keputusan politis! Jauh dari fakta dan kenyataan!" tulis Danon di media sosial. "Israel telah menetapkan untuk memutus semua hubungan dengan Kantor Sekretaris Jenderal PBB," tambahnya. Keputusan ini merupakan tanggapan atas keputusan PBB yang menyertakan Israel dalam daftar hitam pelaku kekerasan seksual terhadap warga Palestina.
Pemberitaan ini muncul di tengah maraknya laporan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap warga Palestina yang ditangkap pasukan Israel. Berbagai laporan HAM internasional menyebut orang-orang Palestina diduga mengalami pelecehan dan kekerasan seksual di pusat penahanan Israel, terutama di penjara Sde Teiman.
Daftar hitam yang ditetapkan PBB tak cuma menyasar Israel, tetapi juga kelompok milisi Hamas. Hamas juga dituduh menggunakan kekerasan seksual sebagai senjata perang. Danon menuduh Sekjen Guterres telah berbohong dan bersikap bias karena tidak sepenuhnya menyelidiki klaim terhadap Israel.
Gesekan antara Israel dan PBB sebetulnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menetapkan Guterres sebagai persona non grata alias tak diperbolehkan datang ke Israel.
Danon juga menyatakan bahwa Israel saat ini akan memutus hubungan dengan PBB sampai sekretaris jenderal baru ditunjuk. Masa jabatan Guterres akan berakhir tahun ini. "Israel akan menunggu sampai Sekretaris Jenderal PBB baru ditunjuk," katanya.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyebut pengumuman Danon merupakan aksi "simbolis". Ia menegaskan pernyataan tersebut tidak akan mengubah kerja-kerja PBB serta kemitraan PBB dengan Israel. "Kami pikir negara-negara anggota harus terlibat dan terus terlibat," ucapnya.
Pengumuman ini merupakan tindakan balasan atas keputusan PBB yang melibatkan Israel dalam daftar hitam pelaku kekerasan seksual terhadap warga Palestina. Dengan memutus hubungan dengan PBB, Israel menunjukkan kemarahan dan kekecewaannya atas keputusan tersebut.