Kisah Raymond/Joaquin dan Lapangan 1 Istora di Indonesia Open
olahraga

Kisah Raymond/Joaquin dan Lapangan 1 Istora di Indonesia Open

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Pasangan ganda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil lolos ke babak semifinal Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Mereka kini memiliki gambaran lebih jelas tentang kondisi Lapangan 1 Istora GBK, yang akan digunakan untuk semifinal dan final.

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam pertandingan Indonesia Open 2026. Kemenangan ini berarti bahwa pasangan ganda asal Indonesia sudah masuk ke babak semifinal turnamen tersebut.

Pertandingan yang berlangsung selama satu jam tujuh menit itu cukup sengit. Pasangan ganda Indonesia sempat kalah di gim pertama dengan skor 16-21, namun berhasil merebut kemenangan di dua gim berikutnya dengan skor 24-22 dan 21-18.

Kemenangan ini juga memiliki makna besar karena Raymond/Joaquin bisa menang di Lapangan 1 setelah lebih sering bermain di Lapangan 2 pada laga-laga sebelumnya. Sebelumnya, pasangan ganda ini selalu bermain di Lapangan 2 dalam dua laga awal Indonesia Open 2026.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Nikolaus Joaquin mengatakan bahwa mereka memiliki pengalaman yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan kondisi Lapangan 1. "Baru hari ini ya kita bermain di lapangan satu," kata Joaquin. "Tapi tadi untungnya kita karena sudah ada pengalaman sebelumnya, kita sudah [pernah] kalah gara-gara main sekali langsung."

Dengan kemenangan ini, Raymond/Joaquin memiliki gambaran lebih jelas tentang kondisi Lapangan 1 Istora GBK. Hal ini penting mengingat semifinal dan final Indonesia Open akan digelar di lapangan tersebut.

Di babak semifinal, pasangan ganda asal Indonesia akan bertemu wakil Indonesia lainnya, Sabar Karyaman/M. Reza Pahlevi. Rekor pertemuan kedua pasangan adalah 1-1. Dengan demikian, otomatis Indonesia sudah memastikan diri punya setidaknya satu wakil di final Indonesia Open.