Masha dan Beruang: Mengapa Kedekatan Emosional Mustahil di Dunia Nyata?
teknologi

Masha dan Beruang: Mengapa Kedekatan Emosional Mustahil di Dunia Nyata?

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Serial animasi Masha and the Bear telah menunjukkan kedekatan emosional antara seorang anak perempuan dan seekor beruang cokelat Kamchatka. Namun, di balik kehangatan layar kaca tersebut, dunia sains menyimpan fakta yang jauh lebih dingin dan berbahaya mengenai interaksi manusia dengan salah satu predator puncak di muka Bumi.

Para ahli ekologi dan perilaku satwa liar menegaskan bahwa konsep 'persahabatan' lintas spesies seperti itu mustahil terjadi di alam liar. Beruang tidak memiliki kapasitas emosional untuk menjalin persahabatan dengan manusia berdasarkan kasih sayang. "Beruang adalah hewan liar, dan konsep persahabatan adalah konstruksi manusia," ujar Oded Berger-Tal, profesor ekologi di Ben-Gurion University of The Negev.

Menurut Berger-Tal, jika seekor beruang terlihat jinak atau mendekati manusia, hal itu murni karena proses asosiasi makanan. Beruang menganggap manusia sebagai penyedia makanan mudah, bukan sebagai teman. Insting liar mereka tetap tidak bisa diprediksi.

Sains mencatat banyak kasus fatal akibat kekeliruan manusia dalam membaca perilaku beruang. Salah satu yang paling terkenal adalah kisah tragis Timothy Treadwell, aktivis yang menghabiskan waktu bertahun-tahun hidup di dekat beruang grizzly di Alaska karena merasa telah 'bersahabat' dengan mereka.

Pilihan Redaksi

Rumah Masha and the Bear Ternyata Hadir di Dunia Nyata

Mengenal Lebih Jauh tentang Kartun Masha and the Bear

Namun, meskipun sains menutup mata pada adanya pengecualian kecil. Gordon M. Burghardt, profesor psikologi dan biologi ekologi dari University of Tennessee, menyebutkan bahwa ikatan yang erat tetap bisa terbentuk secara psikologis, asalkan beruang tersebut dibesarkan oleh manusia sejak bayi di dalam penangkaran.

"Bonding yang erat melekat pada beruang yang telah dibesarkan oleh manusia sejak kecil," katanya. Namun, hal ini tidak berarti bahwa konsep 'persahabatan' antara manusia dan beruang dapat terjadi di alam liar.