Pelajar Inggris Diborgol Saat Sekarat, Polisi Menghadapi Kecaman
Polisi Inggris menghadapi gelombang protes pada Selasa (2/6) terkait kasus seorang pelajar berusia 18 tahun yang diborgol saat sekarat akibat luka tusuk. Kejadian ini terjadi di Southampton, sebuah kota di selatan Inggris.
Pelaku penusukan, Vickrum Digwa, seorang Sikh, memfitnah korban, Henry Nowak, dengan menuduhnya melakukan serangan rasis di Southampton pada Desember tahun lalu. Dalam rekaman bodycam polisi, Nowak terlihat tergeletak di jalan sambil berkata, "Saya ditusuk" dan "Saya tidak bisa bernapas." Namun, seorang petugas menjawab, "Saya rasa tidak begitu, kawan."
Pada Senin (1/6), Digwa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti melakukan aksi penusukan dan menuduh korban melakukan serangan rasis. Keputusan ini menimbulkan kemarahan masyarakat, yang menganggap polisi tidak berperan aktif dalam memberikan bantuan pada Nowak saat korban sedang sekarat.
Masyarakat Inggris telah mengecam polisi atas keputusannya dan meminta penjelasan lebih lanjut. Mereka juga meminta peningkatan kesadaran dan pelatihan bagi petugas polisi untuk menghadapi kasus serangan rasis dan luka tusuk.