Pemerintah Genjot Produksi Minyak Nasional untuk Tekan Impor BBM
Pemerintah berupaya mengurangi dampak pelemahan rupiah terhadap sektor energi dengan meningkatkan produksi minyak bumi dalam negeri. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa peningkatan produksi minyak nasional adalah salah satu langkah untuk menekan ketergantungan impor BBM. Dengan begitu, dampak fluktuasi nilai tukar terhadap kebutuhan energi nasional dapat diminimalkan.
Pemerintah tengah menyiapkan penerapan teknologi unconventional atau metode ekstraksi nontradisional pada sejumlah blok migas yang memiliki cadangan cukup berdasarkan hasil survei geologi. Saat ini, wilayah kerja yang dinilai paling memungkinkan untuk dikembangkan dengan teknologi tersebut adalah Blok Rokan. "Untuk unconventional ini, wilayah kerja yang paling memungkinkan saat ini adalah wilayah Rokan. Sudah ada kajian awal yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Rokan untuk pengembangan unconventional ini," ujar Yuliot.
Yuliot kemudian mencontohkan pengalaman Amerika Serikat ketika menerapkan teknologi unconventional. Hasilnya, Amerika Serikat disebut mampu surplus produksi minyak hingga akhirnya menjadi negara pengekspor. Yuliot mengatakan bahwa sudah ada yang menawarkan Kementerian ESDM beberapa teknologi unconventional dan mereka sudah dipertemukan dengan SKK Migas.
SKK Migas telah meminta agar kerangka regulasi untuk pengembangan teknologi unconventional dapat diselesaikan pada akhir Juni ini. "Jadi ini kita lagi berkejaran dengan waktu," katanya. Yuliot menegaskan bahwa peningkatan produksi dalam negeri akan membantu mengurangi impor energi sekaligus menekan dampak pelemahan nilai tukar.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa sudah ada sumur minyak unconventional yang telah dibor dan mampu memproduksi sekitar 500 barel minyak per hari. Produksi ini pun masih dapat meningkat menjadi ribuan barel per hari. "Kemarin baru satu sumur yang dibor, ada produksinya 500 barel oil per day. Nanti akan dibor dengan banyak sumur, tentunya akan ribuan barel oil per day," ujar Djoko.