Piala Dunia 1998: Keanehan Ronaldo dan Magis Zidane
Piala Dunia 1998 kembali ke negara kelahirannya setelah 60 tahun. Untuk pertama kalinya turnamen diikuti 32 tim dan perhelatan di Prancis itu menarik sekitar 36 miliar penonton televisi secara kumulatif. Brasil datang sebagai favorit utama dengan Ronaldo yang berada di puncak kariernya. Ia tampil sebagai pemain terkaya di dunia kala itu sekaligus aset komersial terbesar.
Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998 berkat aksi magis Zinedine Zidane. Di sisi lain, Brasil yang diunggulkan tampil jauh di bawah performa terbaik setelah bintang utamanya, Ronaldo Nazario, mengalami kejang-kejang beberapa jam sebelum laga puncak. Final digelar di Stade de France pada 12 Juli 1998.
Ronaldo Nazario tiba-tiba mengalami kejang-kejang beberapa jam sebelum laga puncak. Edmundo dan Cesar Sampaio menjadi pemain pertama yang tiba di kamar Ronaldo usai Roberto Carlos berteriak meminta bantuan. Saat busa keluar dari mulut Ronaldo dan tubuhnya kejang tak terkendali, dokter timnas Brasil Lidio Toledo pun dipanggil masuk.
Ronaldo kemudian dibawa ke Klinik Lilas di Paris untuk menjalani serangkaian tes. Sementara itu nama Edmundo sudah dicantumkan di lembar susunan pemain Brasil untuk final. Namun, 40 menit sebelum pertandingan, Ronaldo kembali ditemukan dengan kondisi yang sama dan akhirnya ia tidak dapat bermain dalam final Piala Dunia tersebut.