Piala Dunia 2026: Industri Sepak Bola Gelar Revolusi Hijau dengan Daur Ulang Jersey
olahraga

Piala Dunia 2026: Industri Sepak Bola Gelar Revolusi Hijau dengan Daur Ulang Jersey

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Industri sepak bola modern sedang mengalami revolusi hijau dengan penggunaan jersey daur ulang pada Piala Dunia 2026. Tiga produsen olahraga raksasa dunia, Nike, Adidas, dan Puma, memimpin gerakan ramah lingkungan ini.

Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi panggung revolusi hijau industri sepak bola modern. Mayoritas kontestan turnamen yang digelar 11 Juni hingga 19 Juli 2026 tersebut akan mengenakan jersey berbahan dasar daur ulang dari sisa tekstil pabrik. Tiga produsen olahraga raksasa dunia, Nike, Adidas, dan Puma, memimpin gerakan ramah lingkungan ini.

Pilihan produsen yang menggunakan jersey daur ulang ini menunjukkan komitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri sepak bola. Dengan menggunakan bahan daur ulang, mereka dapat mengurangi jumlah limbah tekstil dan poliester yang dibuang ke lingkungan.

Puma mengambil langkah penting dalam sirkularitas pakaian sepak bola pada edisi Piala Dunia kali ini. Produsen asal Jerman tersebut memproduksi seluruh kaus replika mereka menggunakan program daur ulang bernama RE:FIBRE. Menukil laman resmi, inisiatif RE:FIBRE berfokus mengubah limbah tekstil dan pakaian poliester tua menjadi produk siap pakai.

Langkah serupa juga diambil oleh Nike dengan mengusung teknologi daur ulang kimia tingkat lanjut. Jenama asal Amerika Serikat memproduksi baju tanding dari 100 persen limbah tekstil. Dengan menggunakan teknologi ini, Nike dapat mengurangi jumlah limbah tekstil dan poliester yang dibuang ke lingkungan.

Dengan adanya revolusi hijau industri sepak bola, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Industri sepak bola modern perlu terus meningkatkan komitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dan menggunakan bahan daur ulang yang ramah lingkungan.