Prabowo Bawa "Oleh-oleh" Strategis dari Prancis, Apa Saja?
Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Prancis. Ia membawa "oleh-oleh" strategis berupa hasil kerja sama yang telah dirapatkan dengan pemerintah Prancis. Beberapa di antaranya adalah KADIN dan MEDEF International, Pertamina dan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara, serta Pertamina dan TotalEnergies.
Presiden Prabowo Subianto telah kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Prancis. Ia membawa "oleh-oleh" strategis berupa hasil kerja sama yang telah dirapatkan dengan pemerintah Prancis. Menurut Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) M. Qodari, lawatan Prabowo ke Prancis sejak awal memang ditujukan untuk memperkuat hubungan strategis kedua negara dan menghasilkan sejumlah kerja sama konkret di berbagai sektor.
"Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari dalam konferensi pers PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Jakarta, Minggu (31/5). Ia menjelaskan kunjungan tersebut merupakan kunjungan kenegaraan balasan atas lawatan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia tahun lalu. Pemerintah sebelumnya telah memaparkan sejumlah target kerja sama yang ingin dicapai dalam kunjungan tersebut, mulai dari pertahanan, pendidikan, hingga energi dan pemanfaatan mineral kritis.
Pertama-tama, Presiden Prabowo membawa KADIN dan MEDEF International yang meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC). Forum tersebut akan menjadi wadah dialog tingkat tinggi antara pelaku usaha kedua negara untuk mengawal investasi dan perdagangan bilateral. Indonesia dan Prancis menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada 2035 dari posisi saat ini sebesar US$2,6 miliar.
Kemudian, Presiden Prabowo membawa Pertamina yang menjalin kerja sama dengan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara untuk pengembangan teknologi migas dan energi bersih. Kolaborasi itu mencakup penerapan enhanced oil recovery (EOR), pengembangan migas nonkonvensional, digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga program pemanfaatan minyak bumi yang lebih efektif.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo juga membawa Pertamina yang menjalin kerja sama dengan TotalEnergies. Kedua perusahaan ini akan bekerja sama dalam pengembangan proyek energi terbarukan dan peningkatan efisiensi produksi migas di Indonesia.
Terakhir, Presiden Prabowo membawa Danantara dan Thales yang meluncurkan kerja sama untuk pengembangan teknologi pertahanan. Kedua perusahaan ini akan bekerja sama dalam pengembangan sistem pertahanan yang lebih canggih dan efektif bagi keamanan negara.
Dalam keseluruhan, Indonesia dan Prancis telah menghasilkan sejumlah kesepakatan baru senilai US$3,5 miliar atau sekitar Rp61,25 triliun. Kesepakatan-kesepakatan ini merupakan hasil dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis pekan lalu.