Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Membela Kunker Luar Negeri Prabowo
politik

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Membela Kunker Luar Negeri Prabowo

CNN Indonesia1 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya merespons kritik dan masukan dari eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, aksi diplomasi yang diambil oleh Prabowo memiliki manfaat nyata bagi bangsa Indonesia.

Bicara diplomasi berarti bicara hasil. Manfaat nyata bagi bangsa," demikian keterangan gambar pada unggahan rekaman video Teddy di akun media sosial Instagram milik Sekretariat Presiden, Senin (1/6). Dia menegaskan kritik dan masukan itu penting. Selain itu, sambungnya, ruang untuk kritik dan masukan selalu terbuka.

"Tetapi jangan mengaburkan fakta dari mereka yang sedang bekerja. Mereka yang tengah berjuang bersama membawa kepentingan bangsa di panggung dunia," tulis Teddy. Pilihan Redaksi

Dalam rekaman video itu, Teddy menjelaskan setidaknya beberapa hal, termasuk menyinggung Dino seorang diplomat senior yang pernah tiga bulan menjadi Wakil Menteri Luar Negeri RI.

"Karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau meluruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur," ujar Teddy membuka pernyataan dalam rekaman video itu.

Sesuai dengan keterangan gambar di atas, Teddy menjelaskan bahwa kritik dari Dino seorang diplomat senior yang pernah tiga bulan menjadi Wakil Menteri Luar Negeri RI adalah penting, tetapi tidak boleh mengaburkan fakta.

Pilihan Redaksi

Dalam video itu, dia juga menyertakan sejumlah insert foto saat Dino berkunjung ke kantornya. Kemudian, setidaknya ada empat poin respons kritik dan sejumlah hasil kongkret yang disebut Teddy didapat dari aksi diplomasi Prabowo dalam 11,5 tahun terakhir.

Empat poin itu adalah soal biaya perjalan keluar negeri, jumlah rombongan presiden keluar negeri, penjadwalan, dan protokoler serta frekuensi kunjungan keluar negeri. "Jadi yang pertama masalah biaya bila keluar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara. itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy.

Selain itu, dia menegaskan jumlah orang dalam rombongan kunjungan luar negeri Prabowo sudah berkurang besar-besaran--hampir 50 persen--dari periode pemerintahan sebelumnya.