Unveiling the Dangers of Hydrogen Gas in Fia's House Fire Incident
teknologi

Unveiling the Dangers of Hydrogen Gas in Fia's House Fire Incident

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Tim multidisiplin dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM mengungkap potensi bahaya dari gas hidrogen (H2) yang diduga memicu fenomena kebakaran berulang di kediaman Mutfiana alias Fia di daerah Seyegan, Sleman, DIY. Tim pakar ini sebelumnya telah mengemukakan kesimpulan sementara bahwa munculnya api berasosiasi dengan temuan gas hidrogen (H2) di lokasi.

Dosen dan Asisten Profesor dari Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi, yang juga tergabung dalam PKPE, menjelaskan bahwa karakteristik gas hidrogen di rumah Fia keluar secara lambat. "Terkait seberapa bahaya [gas hidrogen], ini terkait dengan volume," kata Sarju.

Menurut Sarju, volumenya tidak besar dan sporadis titik kemunculannya atau berpindah-pindah. "Jumlahnya kami duga tidak besar karena hari ini kami lakukan pemboran dangkal sekitar satu meteran, kami masukan alat tidak terdeteksi anomali yang sangat tinggi sekali. Jadi rilisnya pelan dan jumlahnya diperkirakan tidak terlalu besar," paparnya.

Sarju juga menjelaskan bahwa tipe rembesan gas di rumah Fia tidak keluar dari permukaan tanah secara kontinyu seperti api Abadi Mrapen atau Kayangan Api di Jawa Timur. Gas di rumah Fia terakumulasi dan melayang di udara hingga terjebak benda-benda seperti baju atau sofa. Tekanan atau kuantitas gas minim ini pula yang menyulitkan tim melakukan proses sampling, kecuali menggunakan alat detektor untuk mendeteksi anomali.

Sarju juga menambahkan bahwa jika gas hidrogen dalam jumlah yang banyak, maka sangat berbahaya karena mudah terbakar dan dapat menimbulkan efek. "Tapi kalau sekarang bahayanya adalah ketika dia nempel dalam jumlah tertentu, ada pemicu, ya listrik statis, bahkan gesekan orang, atau teori kami (di lokasi) ada gas fosfin ya, itu bisa memicu (api). Jadi kalau ditanya bahaya adalah ketika ada barang yang mudah terbakar," sambungnya.

Dalam kesimpulan, tim PKPE sejauh ini berasumsi bahwa gas hidrogen hanya terlokalisasi di area rumah Fia saja. Belum ada data yang kuat bahwa gas keluar di tempat lain.