Abdul Mu’ti: Sekolah Belum Aman, Perundungan Kian Beragam
politik

Abdul Mu’ti: Sekolah Belum Aman, Perundungan Kian Beragam

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Menteri Abdul Mu’ti menyatakan sekolah belum menjadi tempat aman dan nyaman bagi murid. Pemerintah mendorong budaya sekolah aman melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengakui bahwa sekolah di Indonesia saat ini belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Seminar Hari Pendidikan Nasional bertajuk “Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dalam rangka Penguatan Karakter dan Perlindungan Murid di Sekolah” di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta. Ia menegaskan bahwa penguatan karakter dan perlindungan murid sangat penting karena realitas menunjukkan sekolah belum sepenuhnya aman.

Menurut Abdul Mu’ti, berbagai bentuk perundungan masih terus terjadi dengan pelaku dan ragam kasus yang semakin beragam. Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga kemampuan sekolah menciptakan lingkungan fisik dan sosial yang aman bagi murid. Ia menilai keamanan sosial dan psikologis di sekolah juga menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah aman dan nyaman. Regulasi ini sejalan dengan gerakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah. Abdul Mu’ti menekankan bahwa sekolah aman tidak hanya berkaitan dengan konstruksi bangunan yang tahan bencana.

Sekolah juga harus ramah terhadap anak berkebutuhan khusus dan mendukung kesehatan lingkungan. Banyak bangunan fisik sekolah belum friendly terhadap para penyandang disabilitas atau difabilitas, sementara ruang kelas masih banyak yang gelap dengan sirkulasi udara buruk. Ke depan, konsep revitalisasi sekolah yang environmentally friendly harus menjadi perhatian utama.