Asisten Matthew Perry Divonis 41 Bulan Penjara karena Suntik Ketamin
Asisten pribadi Matthew Perry, Kenneth Iwamasa, divonis 41 bulan penjara oleh pengadilan federal Amerika Serikat. Ia dinyatakan bersalah karena memasok dan menyuntikkan ketamin yang menyebabkan overdosis fatal pada aktor tersebut.
Kenneth Iwamasa, asisten pribadi mendiang aktor Matthew Perry, dijatuhi hukuman 41 bulan penjara oleh pengadilan federal Amerika Serikat pada Rabu (27/5). Vonis ini dijatuhkan karena peran Iwamasa yang memasok serta menyuntikkan ketamin secara berulang, termasuk dosis terakhir yang menyebabkan kematian Perry akibat overdosis pada Oktober 2023. Hukuman tersebut juga disertai denda sebesar US$10.000 atau setara Rp178,76 juta. Iwamasa menjadi terdakwa kelima sekaligus terakhir yang menerima vonis dalam kasus ini.
Pria yang telah mengenal Perry sejak 1992 dan diangkat menjadi asisten pada 2022 dengan gaji US$150.000 per tahun ini mengaku bersalah pada Agustus 2024. Ia mengakui dakwaan konspirasi pendistribusian ketamin yang menyebabkan kematian dan cedera badan serius. Jaksa menyatakan Iwamasa sepenuhnya sadar akan riwayat kecanduan narkoba bosnya meskipun tidak memiliki latar belakang medis untuk menyuntikkan obat keras tersebut.
Dalam berkas persidangan, jaksa menegaskan bahwa alih-alih membantu Perry mempertahankan kesembuhannya, Iwamasa justru menjadi fasilitator dan pemasok obat-obatannya. Sejak September 2023, Iwamasa bersekongkol dengan dokter Salvador Plasencia dan konselor obat-obatan Erik Fleming. Plasencia menjual 20 vial ketamin serta alat suntik senilai US$57.000 kepada mereka dan mengajari Iwamasa cara menginjeksikannya.
Iwamasa kemudian beralih mencari pasokan dari Fleming yang memperoleh ketamin dari bandar Jasveen Sangha alias Ketamine Queen. Pada 28 Oktober 2023, Iwamasa menyuntikkan sedikitnya tiga dosis ketamin kiriman Sangha yang berujung pada kematian Perry. Saat ini Sangha, Plasencia, dan Fleming masing-masing telah mendekam di penjara federal dengan hukuman 15 tahun, 2,5 tahun, dan 2 tahun. Plasencia telah menyerahkan izin praktiknya pada September 2025.