AGTI Dorong RI Tiru China-Vietnam Buat Roadmap Industri Per Sektor
AGTI meminta pemerintah menyusun roadmap industri per sektor jangka menengah-panjang seperti China dan Vietnam. Langkah ini dinilai krusial untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing.
Ketua Umum Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) Anne Patricia Sutanto mendesak pemerintah Indonesia menyusun peta jalan industri per sektor secara terintegrasi, bukan hanya berfokus pada hilirisasi. Pernyataan ini disampaikan Anne dalam diskusi Investasi Sektor Industri, Kunci Pertumbuhan Ekonomi yang digelar di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026). Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan agar rantai pasok lebih efisien dan Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara produsen besar di kawasan.
Anne menjelaskan bahwa pembangunan ekosistem industri yang berkelanjutan di setiap sektor menjadi kunci utama untuk memperkuat daya saing nasional. Ia mencontohkan sektor garmen dan tekstil, di mana industri semi hulu hingga semi hilir sebaiknya tidak tersebar terlalu jauh agar biaya logistik dapat ditekan. Konsep serupa menurutnya juga penting diterapkan di sektor otomotif, furnitur, alas kaki, hingga farmasi.
AGTI menilai pemerintah perlu meniru langkah negara-negara seperti Jepang, China, dan Vietnam yang telah membuat roadmap industri per sektor untuk jangka menengah hingga panjang. Dengan ekosistem yang terintegrasi, industri dinilai bisa tumbuh lebih kompetitif dan efisien. Anne juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur, khususnya pelabuhan, untuk memperlancar kegiatan ekspor.
Kemacetan atau congestion di sejumlah pelabuhan belakangan ini menjadi hambatan serius bagi industri yang tengah mendorong ekspor. Anne menegaskan bahwa perencanaan industri yang matang menjadi kunci agar Indonesia tidak kehilangan peluang bersaing. "Saya nggak merasa orang Indonesia kalah, tapi kita kalah planning," ujarnya.