Amerika Serikat Uji Coba Robot Humanoid Bantu Ukraina Lawan Rusia
politik

Amerika Serikat Uji Coba Robot Humanoid Bantu Ukraina Lawan Rusia

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Perusahaan start-up robotika, Foundation Future Industries, telah mengembangkan versi awal robot humanoid yang bernama Phantom MK-1. Robot ini sedang diuji coba di Ukraina untuk membantu logistik prajurit di wilayah-wilayah berbahaya. Uji coba ini didukung oleh pemerintah Amerika Serikat dan dilakukan bersama para pejabat Ukraina.

Sebuah perusahaan robot di Amerika Serikat mengembangkan robot humanoid tentara untuk dikerahkan di medan pertempuran. Foundation Future Industries, perusahaan start-up robotika yang didirikan pada 2024, mencoba memanfaatkan humanoid untuk pekerjaan militer dan industri, alih-alih pekerjaan rumah tangga dan jasa.

Dilansir dari CNBC International, Foundation Future Industries telah mengembangkan versi awal robot humanoid yang bernama Phantom MK-1. Robot serupa manusia ini dikerahkan untuk membantu logistik prajurit di wilayah-wilayah berbahaya. Menurut perusahaan, ada dua unit Phantom MK-1 yang sedang menjalani uji coba di Ukraina.

Pemilihan Ukraina sebagai lokasi uji coba humanoid disebut wajar lantaran perang Rusia vs Ukraina telah melibatkan penggunaan robot darat untuk pengiriman pasokan ke garda depan. Drone-drone otonom yang didukung kecerdasan buatan (AI) juga dipakai untuk serangan presisi dan pengintaian.

CEO Foundation Future Industries, Sankaet Pathak, mengatakan pengujian MK-1 di Ukraina telah membuktikan potensi robot tersebut untuk melakukan pengambilan pasokan, yang seringkali membahayakan tentara. Namun demikian, meski MK-1 berhasil menunjukkan kemampuan, robot ini masih jauh dari prajurit super.

Foundation Future Industries berencana mengirim robot baru yang lebih canggih ke Ukraina tahun ini dalam bentuk Phantom 2. Menurut Pathak, robot baru ini akan dilengkapi "kemampuan luar biasa" dan kapasitas muatan dua kali lipat dari Phantom 1.

Perusahaan ini sendiri bekerja sama dengan putra kedua Presiden AS Donald Trump, Eric Trump, yang baru-baru ini menjadi kepala penelitian perusahaan tersebut. Pathak berujar diskusi terbaru dengan para pejabat pemerintah telah membahas cara meningkatkan skala penggunaan robot.

Kementerian Pertahanan Ukraina menolak berkomentar tentang uji coba robot humanoid ini, sementara Kementerian Pertahanan AS juga tidak memberikan respons mengenai laporan ini.