APBN Defisit Rp180,4 T pada Mei 2026
ekonomi

APBN Defisit Rp180,4 T pada Mei 2026

CNN Indonesia2 jam lalu👁 4 views🤖 AI Rewritten

Pada Jumat (5/6), Kemenkeu mencatat APBN defisit Rp180,4 triliun atau sebesar 0,70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per Mei 2026. Defisit APBN ini terjadi karena belanja negara lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara.

Hingga akhir Mei 2026, belanja pemerintah telah meningkat sebesar 34,4 persen ke Rp1.365,4 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, pendapatan negara per Mei 2026 tercatat sebesar Rp1.185 triliun atau meningkat 19,1 persen secara tahunan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa defisit APBN sampai Mei 2026 sebesar 0,7 persen. "Defisitnya sampai Mei 0,7 (persen). Lima bulan pertama ini 0,7," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Sumber daya negara yang berasal dari pajak tercatat sebesar Rp958,2 triliun. Penerimaan perpajakan ini didetil lagi berdasarkan pajak sebesar Rp834,4 triliun serta kepabeanan dan cukai sebesar Rp123,8 triliun.

Belanja negara juga terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu belanja kementerian/lembaga sebesar Rp517,7 triliun dan belanja non kementerian/lembaga sebesar Rp541,6 triliun. Transfer ke daerah juga mencapai Rp306,1 triliun dengan keseimbangan primer hingga Mei 2026 tercatat surplus Rp58,6 triliun.

Menteri Keuangan juga menegaskan bahwa APBN pada bulan-bulan berikutnya diharapkan akan lebih baik.