AS Tegaskan Mampu Perang Lagi Lawan Iran Jika Mendesak
politik

AS Tegaskan Mampu Perang Lagi Lawan Iran Jika Mendesak

CNN Indonesia1 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah masih menemui jalan buntu. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa pihaknya mampu memulai kembali perang melawan Iran jika situasi mendesak.

Pernyataan keras Kepala Pentagon ini dilontarkan menyusul belum ada titik temu dalam draf perjanjian damai AS-Iran. Konflik yang telah meluas di Timur Tengah ini terpantau terus menahan stabilitas keamanan dan mengguncang perekonomian global.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan bahwa pihaknya sangat mampu untuk memulai kembali perang melawan Iran jika situasi mendesak. Pernyataan tersebut muncul di tengah mandeknya negosiasi kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.

Gedung Putih mengisyaratkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hampir mengambil keputusan mengenai kemungkinan kesepakatan tersebut, meskipun Teheran bersikeras bahwa masih belum ada "kesepakatan akhir" mengenai penyelesaian konflik di Timur Tengah. Sejumlah sumber di pemerintahan AS mengatakan bahwa kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan Trump setelah negosiasi alot selama berminggu-minggu terkait konflik yang melanda Timur Tengah dan mengguncang perekonomian global.

Pernyataan keras Kepala Pentagon ini dilontarkan menyusul belum ada titik temu dalam draf perjanjian damai AS-Iran. Konflik yang telah meluas di Timur Tengah ini terpantau terus menahan stabilitas keamanan dan mengguncang perekonomian global.

Negosiasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik masih menemui jalan buntu. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan hanya mau menandatangani perjanjian jika seluruh syarat mutlak yang diajukannya dipenuhi oleh Iran.

Gedung Putih mengisyaratkan bahwa Trump hampir mengambil keputusan mengenai kemungkinan kesepakatan tersebut, meskipun Teheran bersikeras bahwa masih belum ada "kesepakatan akhir" mengenai penyelesaian konflik di Timur Tengah. Sejumlah sumber di pemerintahan AS mengatakan bahwa kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan Trump setelah negosiasi alot selama berminggu-minggu terkait konflik yang melanda Timur Tengah dan mengguncang perekonomian global.