PDIP Sorot Kunjungan Prabowo ke Prancis, Mengapa Tidak Jelas Tujuan?
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menyoroti tiga kali kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis dalam kurun waktu lima bulan terakhir sejak awal 2026. Kunjungan tersebut dilakukan pada 23 Januari 2026, 14 April 2026, dan terbaru pada 27 Mei 2026.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira menyebut bahwa Indonesia pernah memiliki Presiden yang dikritik karena sering berkunjung ke luar negeri saat masih di bawah pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kini, kata Andreas, kondisi serupa terjadi dan dilakukan Prabowo. "Kita juga pernah punya presiden yang dikritik sering ke luar negeri waktu zaman Gus Dur, ya. Sekarang ya orang menyampaikan atau melihat itu pada Pak Prabowo," ujar Andreas usai acara Bimtek PDIP di Jakarta, Sabtu (30/5).
Andreas menyatakan bahwa kunjungan kenegaraan yang dilakukan Presiden harus memiliki tujuan dan agenda yang jelas. Termasuk target yang akan dicapai. Masalahnya, kata dia, kunjungan terakhir Presiden ke Prancis tak disampaikan secara terbuka. Sehingga, lawatan itu belakangan menuai polemik dan pertanyaan di tengah publik.
"Ini kan menjadi pertanyaan karena setelah pergi sampai di sana dulu baru kemudian penjelasannya belakangan. Seharusnya kan sebelum pergi itu media sudah tahu sehingga publik, rakyat sudah tahu. Karena presiden pergi mewakili negara," ujarnya.
Andreas karenanya meminta agar juru bicara Presiden menyampaikan polemik di balik kunjungan tersebut. Menurut dia, pemerintah harus memastikan maksud dan tujuan di balik setiap kunjungan kenegaraan Presiden ke depan.
Sementara itu, dalam keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Prabowo saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron menyoroti eratnya kolaborasi kedua negara dalam kerja sama bilateral. Terutama dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian, serta menegaskan pentingnya peran Indonesia dan Prancis dalam menjaga perdamaian dunia.
"Melihat perkembangan dunia ke depan, kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik, kedua negara kita bisa mainkan suatu peranan yang positif. Indonesia selalu akan mendorong semua usaha untuk memelihara perdamaian. Di dunia sekarang, di mana bumi sudah semakin kecil, karena sains dan teknologi. Perang dan konflik tidak mungkin membawa kebaikan untuk siapapun," kata Prabowo.
Andreas juga menyatakan bahwa PDIP akan terus memantau dan menyoroti tindakan pemerintah dalam menghadapi isu-isu internasional.