BAZNAS RI Sembelih 3.359 Hewan Kurban di 103 Titik untuk Berdayakan Desa
BAZNAS RI melaksanakan program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dengan menyembelih 3.359 hewan kurban di 103 titik. Program ini bertujuan memberdayakan 2.089 peternak binaan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar program 'Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026' secara serentak pada Rabu (27/5/2026). Program ini dilaksanakan di 103 titik balai ternak binaan yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia. BAZNAS RI menyiapkan 3.359 ekor ternak bakalan jantan komoditas lokal untuk disalurkan sebagai hewan kurban. Langkah ini dilakukan guna mengoptimalkan hilirisasi hasil peternakan dan memberdayakan ekonomi umat di desa-desa.
Seluruh hewan kurban tersebut dikelola langsung oleh 2.089 peternak binaan di berbagai daerah. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen nyata untuk menjadikan ibadah kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Ia juga menyatakan bahwa semua program BAZNAS bertujuan memberdayakan masyarakat karena kontribusi ekonomi umat Islam masih perlu diperkuat. Sodik menyampaikan hal itu saat meninjau langsung di Balai Ternak Mukti Raharja, Desa Sayana, Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (27/5/2026).
Sodik menambahkan bahwa program ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta membantu pemenuhan gizi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera, ibu hamil, dan anak-anak. Ia berharap program pemberdayaan berbasis peternakan ini dapat melahirkan mustahik yang mandiri serta meningkatkan taraf kesejahteraan mereka. Sodik juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kuningan beserta jajaran, DPRD, Kemenag, PT Sumber Alfaria Trijaya selaku mitra, serta seluruh pemangku kepentingan yang mendukung program tersebut.
Bupati Kabupaten Kuningan Dian Rachmat Yanuar memberikan apresiasi tinggi terhadap program BAZNAS tersebut. Ia menilai langkah ini sangat relevan karena Kabupaten Kuningan masih menghadapi tantangan kemiskinan dan pengangguran di atas rata-rata Jawa Barat. Dian optimistis bahwa melalui tata kelola profesional, dampak sosial-ekonomi dari ibadah kurban dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Ia menyatakan bahwa program ini menjadi bentuk nyata bagaimana ibadah kurban bisa berdampak sosial dan ekonomi bagi kesejahteraan Kuningan.