Bobby Nasution Desak PLN Cegah Blackout Berulang di Sumatera
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta PT PLN mengevaluasi blackout di Pulau Sumatera pada Jumat 22 Mei 2026 agar tidak terjadi lagi. Ia menekankan pentingnya jaminan pasokan listrik di tengah dorongan pemerintah terhadap penggunaan energi listrik di berbagai sektor.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta peristiwa blackout yang melanda Pulau Sumatera pada Jumat 22 Mei 2026 menjadi evaluasi serius bagi PT PLN agar tidak terulang di masa depan. Permintaan tersebut disampaikan saat ia menerima General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumut Mundakhir Salman di ruang kerjanya pada Selasa 26 Mei 2026. Menurut Bobby, pemadaman listrik berskala besar dengan durasi panjang itu telah menimbulkan banyak persoalan di tengah masyarakat.
Bobby menegaskan bahwa gangguan kelistrikan massal yang terjadi hampir setiap tahun di Sumatera tidak boleh terus berulang. Ia mengingatkan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong percepatan penggunaan energi listrik di berbagai sektor seperti kompor, mobil, dan transportasi umum. Karena itu, ia meminta jaminan ketersediaan listrik yang andal dari PLN.
Bobby juga menyoroti pentingnya sistem cadangan listrik khususnya untuk pelayanan vital seperti rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Ia menyebut Menteri ESDM sebelumnya menyampaikan bahwa pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara dalam kondisi surplus. Menurutnya, perlu penguatan pasokan listrik di Kepulauan Nias melalui pembangunan pembangkit listrik agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Menanggapi permintaan tersebut, GM PLN UID Sumut Mundakhir Salman menyampaikan permohonan maaf atas blackout yang terjadi akibat gangguan sistem kelistrikan di Jambi yang berdampak pada jaringan Sumbagut secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa khusus di daerah bencana, hanya Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih memerlukan perbaikan. Bobby sebelumnya juga telah meminta seluruh pemerintahan mengantisipasi kejadian serupa dengan menyiapkan genset.