Din Syamsuddin Soroti Umat Islam Tertinggal Ekonomi dan Terpecah Politik
politik

Din Syamsuddin Soroti Umat Islam Tertinggal Ekonomi dan Terpecah Politik

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Din Syamsuddin menyampaikan keprihatinan bahwa jumlah umat Islam terbesar di dunia belum diiringi kualitas kehidupan yang memadai. Ia menyoroti keterpinggiran ekonomi dan perpecahan politik yang melemahkan daya tawar umat.

Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A. menyampaikan pandangan kritis terhadap kondisi umat Islam Indonesia dalam khutbah Iduladha 1447 H di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026). Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menilai besarnya populasi Muslim belum berbanding lurus dengan kualitas kehidupan di bidang sosial, ekonomi, dan politik. Pandangan tersebut disampaikan di hadapan ribuan jemaah yang memadati masjid pada hari raya tersebut.

Din menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar dengan umat Islam terbesar di dunia belum disertai kualitas yang setara. Ia menyebut ketertinggalan itu terlihat nyata dalam berbagai aspek krusial kehidupan nasional. Menurutnya, umat Islam bahkan terpinggirkan khususnya dalam bidang ekonomi meski memiliki sejarah panjang membela Republik melalui gerakan jihad para ulama terdahulu.

Di bidang politik, Din mengkritik kondisi umat yang tercerai-berai ke berbagai aspirasi dan kepentingan. Perpecahan tersebut membuat suara umat lemah dan tidak memiliki daya tawar yang menentukan dalam arah kebijakan nasional. Ia menyayangkan hilangnya kekompakan yang seharusnya memperkuat posisi umat sebagai mayoritas.

Din mengajak umat Islam melakukan refleksi besar-besaran agar tidak hanya menjadi mayoritas secara jumlah. Umat perlu mengejar mutu untuk keluar dari berbagai bentuk kemungkaran, termasuk kemungkaran struktural di kehidupan bernegara. Ia menekankan bahwa umat masih tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan dan harus memperkuat peran dalam berbangsa.