Hari ke-1.554 Perang Rusia-Ukraina: Moskow Ancam Serangan Sistematis ke Kyiv
politik

Hari ke-1.554 Perang Rusia-Ukraina: Moskow Ancam Serangan Sistematis ke Kyiv

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Rusia mengumumkan serangan sistematis ke Kyiv pada hari ke-1.554 perang dan melibatkan bank-bank besar dalam sistem pertahanan anti-drone. Konflik yang dimulai Februari 2022 ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.554 pada Rabu (27/5/2026) ketika Rusia mengumumkan kampanye serangan sistematis yang menargetkan pusat pengambilan keputusan di ibu kota Ukraina, Kyiv. Serangan ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan perang dan ancaman drone dari pihak Ukraina. Rusia memutuskan langkah tersebut sebagai respons terhadap eskalasi konflik yang terus berlanjut di berbagai wilayah.

Konflik terbuka antara Rusia dan Ukraina dimulai pada Februari 2022 setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi besar-besaran ke Ukraina. Namun akar ketegangan kedua negara sebenarnya telah berlangsung sejak 2014 saat Rusia mencaplok Krimea dan konflik bersenjata di Donbas pecah. Hingga kini perang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir karena Moskow dan Kyiv masih berselisih soal wilayah pendudukan, keamanan, dan dukungan Barat untuk Ukraina.

Pemerintah Rusia dilaporkan memerintahkan bank-bank besar untuk ikut terlibat dalam sistem pertahanan terhadap serangan drone Ukraina. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya intensitas serangan yang menargetkan berbagai wilayah strategis Rusia. Bank sentral dan lembaga keuangan besar seperti Sberbank disebut dapat dilibatkan dalam operasional sistem anti-drone termasuk pembiayaan hingga penyediaan peralatan pertahanan.

Parlemen Rusia telah mengesahkan aturan yang memungkinkan bank-bank dan lembaga keuangan ikut mengoperasikan sistem pertahanan anti-drone. Kebijakan ini muncul ketika Rusia menghadapi tekanan besar akibat serangan drone Ukraina yang menyasar infrastruktur energi, militer, hingga fasilitas industri. Staf di institusi keuangan itu bahkan berpotensi dipersenjatai untuk menghadapi ancaman udara.