Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli 2026, Kemenperin Ikuti Arahan Kemenkeu
politik

Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli 2026, Kemenperin Ikuti Arahan Kemenkeu

Tribun News4 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Insentif kendaraan listrik yang semula dijadwalkan Juni 2026 kini mundur ke Juli 2026. Kemenperin mengikuti keputusan Kemenkeu setelah pemerintah menyelesaikan perhitungan skema stimulus sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah memutuskan menunda pemberian insentif kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dari jadwal semula Juni 2026 menjadi Juli 2026. Penundaan ini diumumkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Selasa (26/5/2026). Langkah tersebut diambil karena pemerintah masih menyelesaikan perhitungan skema stimulus sekaligus mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar insentif benar-benar efektif mendukung pasar dan produksi dalam negeri.

Sebelumnya pemerintah telah menyiapkan insentif untuk sekitar 200.000 unit kendaraan listrik yang terdiri dari 100.000 mobil listrik dan 100.000 sepeda motor listrik. Penundaan selama satu bulan ini menimbulkan perhatian publik karena insentif dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara langsung menyatakan bahwa insentif EV masih ditunda satu bulan lagi hingga Juli.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief menegaskan bahwa Kemenperin akan mengikuti keputusan yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan. Ia menyampaikan hal tersebut dalam agenda Rilis Indeks Kepercayaan Industri Mei 2026 di Jakarta pada Selasa (26/5/2026). Menurut Febri, Kementerian Perindustrian sebelumnya telah menyampaikan usulan skema dan mekanisme insentif bagi industri otomotif kepada pemerintah.

Meski demikian Kemenperin belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai dampak penundaan terhadap investasi maupun rencana produksi kendaraan listrik di dalam negeri. Febri hanya menekankan bahwa pihaknya mengikuti arahan Menteri Keuangan terkait jadwal baru tersebut. Penundaan ini menjadi perhatian karena industri otomotif tengah menunggu kepastian stimulus untuk memperluas produksi dan pasar domestik.