IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper AS di Wilayah Udara Iran
IRGC mengklaim menembak jatuh drone MQ-9 Reaper dan menargetkan jet tempur AS pada Selasa (27/5/2026). Insiden ini terjadi sehari setelah CENTCOM melancarkan serangan ke lokasi rudal dan kapal di Selat Hormuz.
Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat kembali pecah pada Selasa (27/5/2026) ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh drone militer Amerika Serikat jenis MQ-9 Reaper di wilayah udara Iran. Insiden tersebut terjadi sebagai respons langsung terhadap serangan yang dilancarkan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) ke Iran selatan sehari sebelumnya. Serangan CENTCOM menargetkan lokasi rudal dan kapal yang diduga hendak memasang ranjau laut di sekitar Selat Hormuz dengan alasan pertahanan diri untuk melindungi pasukan AS.
IRGC juga mengaku telah menargetkan satu jet tempur dan drone lain yang disebut memasuki wilayah udara Iran. Teheran menegaskan bahwa pihaknya memiliki hak sah dan pasti untuk membalas setiap pelanggaran gencatan senjata. Hingga kini Washington belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim jatuhnya drone tersebut sehingga situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz semakin memburuk.
Gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April 2026 kini terancam runtuh akibat eskalasi terbaru ini. Iran masih mempertahankan kontrol ketat atas jalur pelayaran di Selat Hormuz sejak kesepakatan tersebut berlaku. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa drone MQ-9 Reaper diklaim memasuki wilayah udara saat ketegangan di Teluk Persia meningkat tajam.
Serangan CENTCOM disebut dilakukan untuk melindungi pasukan AS dari ancaman pasukan Iran di kawasan tersebut. IRGC menyatakan tindakan mereka merupakan langkah balasan yang sah terhadap pelanggaran wilayah udara. Insiden ini langsung menambah kekhawatiran akan runtuhnya gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung sejak April 2026.