Israel Gencar Gagalkan Negosiasi Damai AS-Iran demi Nuklir
politik

Israel Gencar Gagalkan Negosiasi Damai AS-Iran demi Nuklir

CNN Indonesia27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Israel melalui PM Netanyahu berusaha menghalangi perundingan damai AS-Iran karena khawatir Teheran akan mematuhi kesepakatan jangka panjang dan mengembangkan nuklir. Iran menuding Israel aktif merusak proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Jakarta, CNN Indonesia -- Israel melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berupaya menggagalkan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mulai bergerak maju pada akhir Mei 2026. Presiden Donald Trump dilaporkan berseteru dengan Netanyahu karena prioritasnya adalah meraih kesepakatan baru dengan Iran melalui strategi tekanan maksimum berupa sanksi ekonomi dan sinyal militer. Sementara itu, pemerintah Israel menganggap kesepakatan apa pun dengan Iran sebagai ancaman karena curiga Teheran tidak akan mematuhinya dalam jangka panjang, sehingga Netanyahu terus berusaha menghentikan proses tersebut.

Netanyahu bahkan makin getol menelepon Trump dan menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran belum selesai meskipun gencatan senjata telah berlangsung. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismaeil Baghaei menilai Israel kemungkinan berupaya menggagalkan perundingan yang sebelumnya sempat mandek. Baghaei mendasarkan klaimnya pada negosiasi AS-Iran yang kembali berjalan serta pernyataan bahwa entitas Zionis melakukan segala upaya untuk merusak kesepakatan ini.

Iran memperkirakan akan ada sejumlah tindakan dari Israel untuk membentuk opini di media dan memengaruhi pejabat AS. Negara itu juga memperingatkan bahwa meski ada kemajuan dalam perundingan, Teheran dan Washington masih belum dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Ketika perundingan AS-Iran sempat gagal beberapa waktu lalu di Islamabad, Israel dilaporkan menyambut kegagalan tersebut dengan senang hati.

Salah satu alasan utama Israel ingin AS terus berperang dengan Iran adalah kekhawatiran soal proyek nuklir Teheran. Menurut peneliti Royal United Service Institute Ehud Eilam, Israel memandang Iran sebagai ancaman eksistensial dan tidak ingin negara itu memproduksi senjata nuklir. Karena itu, Netanyahu diperkirakan akan terus aktif menghalangi setiap langkah menuju kesepakatan damai antara kedua negara.