Israel Perluas Operasi di Lebanon Selatan, Gencatan Senjata Semakin Rapuh
politik

Israel Perluas Operasi di Lebanon Selatan, Gencatan Senjata Semakin Rapuh

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Militer Israel bentrok dengan Hizbullah pada Selasa (26/5/2026) di sepanjang Sungai Litani dan memperluas operasi ke utara. Gencatan senjata yang ditengahi AS semakin tidak berarti sementara korban sipil terus bertambah.

Militer Israel bentrok dengan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran pada hari Selasa (26/5/2026) di sepanjang sungai strategis di Lebanon selatan. Pasukan Israel terus bergerak lebih jauh ke utara hanya beberapa hari menjelang perundingan di Washington antara delegasi Lebanon dan Israel. Peristiwa ini terjadi karena gencatan senjata yang ditengahi AS dalam konflik Israel-Hizbullah tampak semakin tidak berarti dari hari ke hari, mempersulit upaya perdamaian yang lebih luas.

Sungai Litani telah menjadi batas de facto di Lebanon dengan wilayah luas di selatannya berada di bawah kendali militer Israel meski gencatan senjata telah berlaku lebih dari sebulan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah bertemu dengan menteri pertahanan dan pejabat militer senior menyatakan bahwa Israel akan memperluas operasinya di Lebanon. Pasukan Pertahanan Israel beroperasi dengan kekuatan besar di lapangan dan merebut wilayah-wilayah strategis untuk melindungi warga di kota-kota perbatasan utara dari serangan roket dan drone Hizbullah.

Militer Israel menyatakan telah menyerang lebih dari 100 lokasi Hizbullah di seluruh Lebanon selatan dan kawasan Lembah Bekaa timur semalam. Serangan tersebut termasuk menargetkan fasilitas penyimpanan, pusat komando, dan pos pengamatan yang digunakan untuk menyerang pasukan Israel dan warga Israel utara. Satu serangan menghantam desa Mashghara di wilayah timur dan menewaskan 12 orang termasuk beberapa anggota keluarga yang sama menurut Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola negara.

Dalam beberapa hari terakhir Israel mengintensifkan serangan di kota dan provinsi Nabatiyeh tepat di utara sungai dan pada hari Selasa memperingatkan warga kota untuk mengungsi. Hizbullah menyatakan telah melancarkan beberapa serangan roket, artileri, dan drone berdaya ledak terhadap pasukan dan kendaraan Israel yang bergerak di sepanjang sungai menuju desa-desa Nabatiyeh yakni Yohmor al-Shaqif dan Zawtar al-Sharqieh. Saluran TV Al-Manar milik Hizbullah menyebut kelompok militan itu berhasil memukul mundur serangan Israel.