Jemaah Haji Indonesia Padati Jamarat Mina, Dilarang Lempar Jumrah Pukul 10-14 WAS
teknologi

Jemaah Haji Indonesia Padati Jamarat Mina, Dilarang Lempar Jumrah Pukul 10-14 WAS

Tribun News3 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Jemaah haji Indonesia memadati Jamarat Mina untuk lempar jumrah mulai Rabu 27 Mei 2026 setelah mabit di Muzdalifah. PPIH Arab Saudi melarang lempar jumrah pukul 10.00-14.00 WAS untuk mengatur arus jutaan jemaah.

Jemaah haji Indonesia mulai memadati kawasan Jamarat di Mina untuk melakukan prosesi lempar jumrah sejak Rabu, 27 Mei 2026. Prosesi ini dilakukan setelah jemaah haji mabit atau bermalam di Muzdalifah sejak Selasa, 26 Mei 2026 hingga tengah malam. Lempar jumrah merupakan rangkaian wajib ibadah haji dengan melempar tujuh batu kerikil ke tiga tiang jumrah. Pada hari pertama atau Rabu kemarin, jemaah melempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali lemparan.

Pada hari-hari tasyrik mulai 11-13 Dzulhijjah 1447 H atau Rabu-Jumat, 28-30 Mei 2026, jemaah melanjutkan lempar jumrah ke tiga titik yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Pantauan di kawasan Jamarat menunjukkan arus pergerakan jemaah terus mengalir sejak pagi hari. Jalan-jalan utama menuju Jamarat termasuk terowongan Mina yang berjarak 4,5 Km dipenuhi lautan manusia dengan dominasi jemaah berpakaian ihram putih.

Suasana terlihat sangat ramai dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara seperti Turki, Pakistan, India, hingga Kyrgyzstan. Cuaca panas Mina yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius tidak menyurutkan semangat jemaah haji untuk menuntaskan rangkaian ibadah. Banyak jemaah terlihat membawa payung, semprotan air, hingga handuk basah untuk mengurangi paparan panas. Di sepanjang jalan menuju Jamarat, kalimat Talbiyah sering terdengar dilantunkan para jemaah haji.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melarang jemaah haji Indonesia melempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Larangan ini diberlakukan untuk menghindari kepadatan di kawasan Jamarat yang sangat ramai. Jadwal sesi khusus ditetapkan agar prosesi berjalan tertib dan aman bagi seluruh jemaah dari berbagai negara.