Kemenhub Perkuat Transportasi Massal Tekan Subsidi BBM Rp300 T
Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan mendorong penguatan AUMP di 20 kota untuk menekan subsidi BBM Rp300 triliun per tahun. Langkah ini juga ditujukan mengurangi kemacetan, polusi, serta beban biaya transportasi masyarakat yang mencapai 30-40 persen pendapatan.
Kementerian Perhubungan mendorong penguatan transportasi massal perkotaan pada Kamis (28/5) di Jakarta. Langkah ini dilakukan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan guna menekan subsidi BBM yang mencapai Rp300 triliun per tahun. Upaya tersebut juga dimaksudkan mengurangi kemacetan, polusi udara, serta tingginya biaya mobilitas masyarakat yang menghabiskan 30-40 persen pendapatan.
Sektor transportasi saat ini menyerap 90 persen dari total subsidi BBM senilai Rp300 triliun per tahun. Ketidakseimbangan ini menyebabkan waktu perjalanan semakin lama dan menimbulkan kerugian ekonomi akibat kemacetan. Selain itu masyarakat kesulitan mengakses pendidikan dan pekerjaan karena biaya transportasi yang tinggi.
Pemerintah terus mengembangkan Angkutan Umum Massal Perkotaan atau AUMP di 20 kota utama sesuai RPJMN 2025-2029. Program ini bertujuan mengurangi durasi perjalanan sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Pengembangan AUMP memerlukan perencanaan terintegrasi serta kerja sama pendanaan antara pemerintah pusat dan daerah.
Kemenhub menyediakan aplikasi Mitra Darat dan situs Teman Bus untuk mendukung digitalisasi layanan transportasi daerah. Berbagai fitur seperti executive dashboard dan digital checker app juga disiapkan guna memantau standar pelayanan minimal operator bus. Sebagai bentuk apresiasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menilai komitmen Kota Batam menambah armada Trans Batam pada 2026 sebagai langkah strategis mewujudkan transportasi publik modern.