Khofifah Geser Jadwal WFH Pemprov Jatim dari Rabu jadi Jumat
Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menggeser jadwal kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Mulai Juni 2026, jadwal WFH yang semula jatuh setiap Rabu kini dialihkan menjadi hari Jumat. Langkah ini diambil demi menyelaraskan kebijakan daerah dengan instruksi pemerintah pusat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa langkah menggeser WFH ini diambil untuk menyinkronkan kebijakan daerah dengan instruksi pemerintah pusat. "Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberlakukan WFH bagi Aparatur Sipil Negara secara terbatas dan terukur dari jumlah pegawai setiap hari Jum'at," kata Khofifah dalam keterangannya, Senin (1/6).
Pasalnya, kata Khofifah, Pemprov Jatim menerapkan aturan ketat. Ia memberikan pengecualian bagi dinas-dinas tertentu. Sektor-sektor esensial pelayanan publik tetap diwajibkan bekerja dari kantor atau work from office (WFO) 100 persen.
Rumah Sakit, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Bakesbangpol, Dinas Pendidikan UPT SMA/SMK/SLB, semuanya yang melakukan pelayanan publik tetap bekerja secara WFO. Ia merinci, perangkat daerah yang berdampak langsung pada masyarakat tersebut harus menjamin keberlangsungan pelayanan publik tetap berjalan, prima dan mudah diakses.
Termasuk layanan kesehatan, transportasi, keamanan dan lainnya, serta memperhatikan penyediaan layanan yang ramah anak bagi kelompok rentan, meliputi penyandang disabilitas, orang lanjut usia, wanita hamil, anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Menurutnya, kebijakan WFH ini bukan tanpa pengawasan. Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jatim tentang Pelaksanaan Fleksibilitas Tugas Kedinasan Bagi ASN, para pegawai yang kebagian jadwal WFH dilarang keras meninggalkan rumah.
ASN diwajibkan tetap responsif terhadap arahan dan harus siap datang ke kantor sewaktu-waktu jika mendadak dibutuhkan. Sistem pengawasan juga diperketat digital, pegawai wajib melakukan pencatatan kehadiran melalui aplikasi JATIM PRESENSI dengan memilih opsi WFH, serta melaporkan aktivitas harian berserta foto sebagai bukti kehadiran mereka.