Kiai Ponpes Pekalongan Ditangkap Polisi atas Dugaan Kekerasan Seksual Santriwati sejak 2008
Pengasuh Ponpes Padang Ati di Pekalongan, Abdul Khalim Fadlun alias AKF, ditangkap polisi atas dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati sejak 2008. Kasus mencuat setelah seorang santriwati hamil dan melahirkan hingga enam korban diperiksa.
Pengasuh Pondok Pesantren Padang Ati di Pekalongan, Abdul Khalim Fadlun alias AKF, ditangkap polisi pada Rabu 27 Mei 2026. Penangkapan dilakukan karena ia diduga melakukan kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati di pesantren tersebut sejak 2008. Kasus ini mencuat ke publik setelah seorang santriwati berinisial F hamil dan melahirkan bayi laki-laki tanpa pernah berhubungan badan dengan lawan jenis menurut keluarganya. Kehamilan tersebut sempat dianggap misterius dan bahkan dikaitkan dengan mimpi oleh pihak keluarga.
Polisi dari Polres Pekalongan Kota menangkap AKF di lokasi pesantren yang beralamat di Jalan KH Ahmad Fadlun Simbangkulon Gang 1, Buaran, Pekalongan. Pelaku yang dihormati para santri itu diduga melakukan tindak asusila terhadap santriwati sejak lama. Kuasa hukum korban, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa para korban selama bertahun-tahun memilih diam karena merasa malu dan menganggap peristiwa itu sebagai aib keluarga. Selain itu, korban juga mengalami tekanan psikis karena pelaku merupakan sosok yang ditokohkan di lingkungan pesantren.
Hingga kini sudah ada enam mantan santri yang memberikan keterangan kepada penyidik Polres Pekalongan Kota. Seluruh korban yang melapor merupakan mantan santri padepokan tersebut dan sebagian besar mengalami peristiwa kekerasan seksual ketika masih berusia di bawah 18 tahun. Korban termuda saat ini berusia 17 tahun, sedangkan korban tertua berusia di atas 30 tahun. Polres Pekalongan Kota menggunakan metode investigasi kejahatan ilmiah dengan melibatkan psikolog dan psikiater untuk pendampingan korban.
Ayah dari santriwati F yang berinisial Slamet menyatakan bahwa keluarga menerima kejadian ini sebagai takdir Allah. Ia menegaskan bahwa yang penting sekarang anaknya bisa kembali tenang setelah melahirkan. Kasus ini sebelumnya sempat heboh di media sosial karena penyebab kehamilan dianggap tidak masuk akal oleh banyak pihak.