Kuwait Hadapi Serangan Rudal Drone Iran ke Pangkalan Udara AS
Militer Kuwait menyatakan pertahanan udara mereka berhasil menghadapi serangan rudal dan drone Iran yang menyasar pangkalan udara AS. Pemerintah juga meminta warga tetap waspada dan mematuhi instruksi keamanan.
Militer Kuwait melaporkan bahwa pertahanan udara mereka menghadapi serangan rudal dan drone Iran yang menyasar pangkalan udara Amerika Serikat pada Kamis 28 Mei 2026. Sirene peringatan terdengar di seluruh negeri sebagai respons terhadap ancaman tersebut. Pemerintah Kuwait meningkatkan kewaspadaan warga untuk menghadapi potensi serangan lanjutan. Militer menegaskan bahwa setiap suara ledakan yang terdengar merupakan hasil intersepsi sistem pertahanan udara terhadap serangan musuh.
Staf Umum Angkatan Darat Kuwait mencatat bahwa pertahanan udara aktif mencegat rudal dan drone yang diluncurkan Iran. Warga diminta mematuhi semua instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan pihak berwenang. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan masyarakat di tengah situasi yang berkembang. Pemerintah terus memantau perkembangan agar ancaman dapat diminimalkan secepat mungkin.
Militer Amerika Serikat sebelumnya menembak jatuh empat drone serang Iran pada Rabu 27 Mei. Mereka juga menyerang stasiun kendali darat di Bandar Abbas yang akan meluncurkan drone kelima. Serangan ini dilakukan untuk melindungi pasukan AS dan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump membantah laporan tentang kesepakatan pemulihan lalu lintas di jalur air strategis tersebut.
Ancaman drone Iran dinilai membahayakan operasi militer dan perdagangan internasional di kawasan tersebut. Pejabat AS menyatakan bahwa tindakan balasan diperlukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Kuwait tetap berada dalam kondisi siaga tinggi sambil mengandalkan sistem pertahanan udara mereka. Semua informasi ini disampaikan untuk menjaga transparansi kepada publik.