Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya
Kondisi mata melotot atau menonjol bisa menjadi tanda penyakit tiroid, atau thyroid eye disease (TED). Penyakit ini menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada otot dan jaringan lemak di sekitar bola mata. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah penglihatan ganda, kesulitan menutup kelopak mata, mata juling, hingga gangguan pergerakan bola mata.
Penyakit tiroid dapat menyebabkan gangguan pada mata dan penglihatan. Dokter spesialis mata Tri Wahyu mengatakan bahwa sekitar 50 persen pasien dengan gangguan tiroid dapat mengalami thyroid eye disease. Sebagian besar kasus TED juga ditemukan pada pasien dengan kondisi hipertiroid atau kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi.
Apa itu thyroid eye disease? TED merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada otot serta jaringan lemak di sekitar bola mata. Kondisi ini berkaitan erat dengan hipertiroidisme, yaitu kondisi dimana kadar hormon tiroid meningkat. Pada penderita, antibodi yang menyerang kelenjar tiroid juga dapat menyerang jaringan di sekitar mata sehingga memicu berbagai gangguan penglihatan dan perubahan bentuk mata.
Selain mata melotot, TED juga dapat menimbulkan berbagai keluhan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Tri menjelaskan bahwa penderita penyakit mata tiroid bisa mengalami penglihatan ganda atau dobel, kesulitan menutup kelopak mata, mata juling, hingga gangguan pergerakan bola mata.
Masalahnya, gejala awal gangguan tiroid sering kali tidak spesifik sehingga kerap luput dari perhatian. Beberapa tanda yang umum muncul antara lain tangan gemetar atau tremor, mudah berkeringat terutama pada malam hari, berat badan sulit naik meski nafsu makan meningkat, serta frekuensi buang air besar yang lebih sering. Karena gejala tersebut kerap dianggap sepele, banyak pasien baru menyadari dirinya mengalami gangguan tiroid setelah muncul perubahan pada mata.
"Sebanyak 90 persen pasien penyakit mata tiroid memiliki kondisi hipertiroid, walaupun sebagian lainnya memiliki kadar hormon yang normal atau bahkan di bawah normal," kata Tri. Banyak pasien justru datang lebih dulu ke dokter mata untuk memeriksa gejala mata melotot daripada mencari penyebab gangguan tiroid yang sebenarnya.
Perempuan usia di atas 40 tahun merupakan kelompok risiko tertinggi mengalami TED. Namun, hal ini tidak berarti bahwa hanya perempuan atau orang tua saja yang dapat terkena penyakit ini. Perubahan kadar hormon tiroid dan gangguan autoimun bisa terjadi pada siapa pun, sehingga penting untuk memahami gejala-gejalanya.