Misa Arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama Digelar Khidmat di Kebayoran Baru
teknologi

Misa Arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama Digelar Khidmat di Kebayoran Baru

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Keluarga menggelar misa arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama di rumah duka Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (27/5/2026) malam. Romo Dedo dan putra sulung Irwan Oetama mengenang almarhumah sebagai sosok disiplin dan murah hati yang wafat di usia 92 tahun.

Keluarga menggelar misa arwah bagi Maria Bernadeth Latifah Oetama, istri almarhum Jakob Oetama pendiri Kompas Gramedia, di rumah duka Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (27/5/2026) malam. Misa dimulai sekira pukul 18.30 WIB dan dipimpin Romo Dedomau Djatmiko da Gomez, SJ. Acara tersebut digelar untuk mendoakan almarhumah yang berpulang pada usia 92 tahun serta memberikan penghormatan terakhir dari keluarga dan kerabat. Misa arwah ini juga menjadi momen berkumpulnya para pelayat yang ingin mengenang sosok istri pendiri Kompas Gramedia tersebut.

Misa arwah dihadiri oleh keluarga, sahabat, kerabat dekat, hingga para pelayat yang datang memberikan penghormatan. Suasana khidmat terasa saat lantunan lagu dan doa dipanjatkan untuk almarhumah. Romo Dedo yang memimpin misa menyampaikan homili mengenai keutamaan hidup Maria Bernadeth Latifah Oetama yang dikenal disiplin dan murah hati. Ia menekankan bahwa keseimbangan dua sifat tersebut membuat almarhumah mampu bertahan hingga usia 92 tahun.

Romo Dedo mengibaratkan Maria Bernadeth Latifah Oetama sebagai prajurit tangguh yang membangun keluarga dengan martabat penuh. Ia menyampaikan bahwa manusia dilahirkan untuk berjuang sampai titik darah terakhir dan almarhumah telah melakukannya dengan kepala tegak. Setelah misa selesai, putra sulung Irwan Oetama memberikan sambutan mewakili keluarga besar yang merasakan duka sekaligus syukur mendalam.

Kepergian Maria Bernadeth Latifah Oetama meninggalkan lima anak, tujuh cucu, dan lima cicit. Irwan Oetama mengungkapkan bahwa sepeninggal Jakob Oetama pada 2020, kini anak-anak merasa benar-benar menjadi yatim piatu. Sambutan tersebut menyentuh hati para hadirin yang turut berduka cita atas kepergian sosok ibu yang telah mendidik anak-anak hidup mandiri sejak kecil.