PDIP Jatim Salurkan 485 Sapi Kurban Idul Adha 2026
teknologi

PDIP Jatim Salurkan 485 Sapi Kurban Idul Adha 2026

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendistribusikan 485 sapi kurban pada Rabu (27/5/2026) kepada masjid, pesantren, dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Ketua DPD Said Abdullah menyoroti rendahnya konsumsi daging sapi warga Jatim yang hanya 6–9 gram per kapita per minggu.

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 485 ekor sapi kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Rabu (27/5/2026). Hewan-hewan tersebut disembelih lalu dagingnya dibagikan ke masjid, pesantren, organisasi masyarakat, serta panti asuhan di berbagai wilayah Jawa Timur. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin partai untuk menjalankan ibadah spiritual sekaligus sosial.

Said Abdullah menjelaskan bahwa sebagian daging kurban disalurkan melalui struktur organisasi di daerah kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan lembaga sosial. Warga yang tinggal di sekitar kantor DPC juga menerima bagian dari distribusi tersebut. Ia menekankan bahwa Idul Adha bukan hanya ritual keagamaan tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama.

Said Abdullah memaparkan bahwa 64,4 persen penduduk Jawa Timur bekerja di sektor informal, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 59,4 persen. Kondisi ini berdampak pada stabilitas pendapatan rumah tangga masyarakat setempat. Ia juga menyoroti konsumsi daging sapi di Jawa Timur yang hanya berada pada kisaran 6–9 gram per kapita per minggu, jauh di bawah rata-rata global 150–200 gram.

Jawa Timur diketahui memasok kebutuhan daging lokal dan nasional, namun tingkat konsumsi serta kecukupan gizi masyarakatnya sendiri masih rendah. Said Abdullah menilai hal tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara peran daerah sebagai produsen dan tingkat konsumsi warganya. Distribusi daging kurban dilakukan melalui jaringan organisasi di tingkat daerah untuk menjangkau kelompok berpenghasilan rendah di seluruh Jawa Timur.