Pengamat Kritik Konferensi Pers Wamensesneg soal Hewan Kurban Presiden
politik

Pengamat Kritik Konferensi Pers Wamensesneg soal Hewan Kurban Presiden

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Pengamat politik Hendri Satrio menilai konferensi pers pemerintah mengenai bantuan hewan kurban Presiden untuk Idul Adha justru memperbesar isu sederhana. Ia menyarankan penyampaian informasi cukup melalui siaran pers agar tidak memicu perdebatan soal APBN dan citra Presiden.

Pengamat politik Hendri Satrio menilai konferensi pers yang digelar Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiyantoro mengenai bantuan hewan kurban Presiden untuk Idul Adha keliru secara strategi komunikasi. Pernyataan tersebut disampaikan Hensa di Jakarta pada Rabu 27 Mei 2026. Langkah tersebut dianggap tidak tepat karena justru memperbesar isu yang seharusnya disampaikan secara sederhana melalui siaran pers. Akibatnya muncul polemik yang tidak perlu termasuk soal penggunaan anggaran negara dan persepsi terhadap Presiden.

Hensa menjelaskan bahwa pejabat negara sering kesulitan membedakan mana informasi yang layak disampaikan melalui konferensi pers dan mana yang cukup dengan rilis tertulis. Menurutnya hal-hal ringan justru dibuat seolah penting sehingga menimbulkan bola liar di masyarakat. Pilihan format konferensi pers membuat isu kurban terkesan mendesak dan memancing perhatian berlebihan dari publik.

Dalam pandangannya pengumuman jumlah hewan kurban Presiden tidak memiliki urgensi tinggi untuk disampaikan secara terbuka dengan format besar. Akibatnya muncul pertanyaan mengenai penggunaan APBN yang sebelumnya tidak perlu diperdebatkan. Hensa menegaskan bahwa jika informasi itu cukup disampaikan melalui press release maka isu tersebut bisa dikendalikan dengan baik.

Hensa juga menyayangkan lemahnya sensitivitas komunikasi di lingkungan pemerintahan yang seharusnya memahami dampak setiap format penyampaian informasi. Ia mempertanyakan apakah Presiden mengetahui strategi tersebut karena berpotensi merugikan citra Presiden sendiri. Selain soal kurban ia juga mengkritik konferensi pers yang membahas ketidakhadiran Presiden dalam salat Idul Adha di Jakarta karena agenda ke luar negeri. Menurutnya langkah itu kembali menunjukkan ketidaktepatan dalam menentukan bobot informasi yang layak disampaikan secara terbuka.