Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran di Semua Sekolah RI
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sekolah di Indonesia menerapkan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran. Kebijakan ini disampaikan saat kunjungan kenegaraan ketiganya ke Prancis dalam setahun.
Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan agar sekolah di Indonesia mulai menerapkan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran. Keputusan itu diumumkan saat kunjungan kenegaraan ke Paris, Prancis pada Kamis (28/5). Prabowo menyatakan langkah tersebut diambil untuk menghadapi perkembangan dunia ke depan. Ia juga ingin mempererat hubungan Indonesia dan Prancis di bidang sains, teknologi, serta pendidikan.
Dalam pidato di Istana Elysee, Paris, Prabowo mengaku telah berkunjung ke Prancis sebanyak tiga kali dalam setahun. Ia menilai hubungan kedua negara berada di tahap sangat baik. Prabowo meyakini Indonesia dan Prancis bisa memainkan peran positif di tengah ketidakpastian global serta ketegangan konflik. Menurutnya, Indonesia akan selalu mendorong usaha memelihara perdamaian.
Prabowo resmi memulai kunjungan kenegaraan di Paris pada Kamis (28/5). Kedatangannya disambut Perdana Menteri Prancis Sebastian Lecornu di Istana Elysee. Dalam kesempatan itu ia mengenakan jas double breast berwarna abu-abu dipadukan dasi biru dan songkok. Sejumlah delegasi RI lebih dulu tiba termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Delegasi lainnya yang hadir adalah Mendikti Saintek Brian Yuliarto, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta Dubes RI untuk Prancis M Oemar. Prabowo menekankan pentingnya kerja sama pendidikan untuk menjawab tantangan global. Ia berharap penerapan Bahasa Prancis di sekolah dapat memperluas wawasan generasi muda Indonesia.