Presiden Bolivia Rodrigo Paz Janji Potong Gaji 50 Persen Usai Demo Besar
Presiden Bolivia Rodrigo Paz menyatakan akan memotong gajinya 50 persen untuk meredakan protes yang menuntut pengunduran dirinya. Demonstrasi telah berlangsung hampir sebulan dan menyebabkan kekurangan makanan, bahan bakar, serta obat-obatan.
Presiden Bolivia Rodrigo Paz berjanji akan memotong gajinya sebanyak 50 persen atau separuh dari yang ia terima pada Selasa, 26 Mei 2026. Janji tersebut ia sampaikan setelah demonstrasi besar-besaran digelar warga untuk mendesaknya mundur dari jabatan. Aksi protes tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik di negara tersebut.
Paz berjanji memotong gajinya hingga setengah untuk meredakan demonstrasi yang menyebabkan chaos atau kerusuhan yang meluas di kota-kota besar karena bentrokan dengan aparat. Meskipun bentrokan mereda, tidak ada tanda-tanda bahwa para pengunjuk rasa siap membersihkan jalanan. Demonstrasi kemungkinan akan berlanjut pekan ini.
Para pengunjuk rasa telah memblokir jalan menuju La Paz selama hampir sebulan. Tindakan tersebut menyebabkan kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan di ibu kota. Paz yang merupakan pemimpin sayap kanan tengah yang didukung AS telah melakukan berbagai tindakan untuk mengakhiri pemberontakan yang telah meledak hanya enam bulan setelah masa kepresidenannya.
Presiden Brasil Luiz 'Lula' Inacio Da Silva dilaporkan telah menelepon Paz terkait demo besar-besaran dan kerusuhan di Bolivia. Brasilia kemudian menyatakan dukungan mereka kepada pemerintah Paz sekaligus rakyat Bolivia. Lula yang merupakan pemimpin sayap kiri paling terkenal di Amerika Latin menyerukan agar para pengunjuk rasa dan pemerintah memprioritaskan dialog sebagai cara untuk mengatasi perbedaan. Ia pun setuju untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Bolivia.