Ribuan SPPG Ditutup Sementara, Alasannya Apa?
Ribuan SPPG Ditutup Sementara, Alasannya Apa?
Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia telah ditutup sementara sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai pada Januari 2025. Sebanyak 8.182 SPPG dari total 27.208 yang beroperasi telah ditutup sementara.
Keputusan tersebut diambil didasarkan pada masukan dari masyarakat, termasuk pejabat daerah, hasil inspeksi mendadak (sidak), dan pemantauan atas peristiwa kejadian menonjol yang dialami para penerima manfaat MBG. "Terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah ditutup sementara," kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang.
Di Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatra, dari 5.968 SPPG yang beroperasi, ada 148 SPPG yang ditutup sementara. Sebanyak 10 SPPG kena tutup akibat kejadian menonjol, sedangkan 138 SPPG kena tutup karena permasalahan infrastruktur, manajemen organisasi, dan mutu gizi. Sementara itu, sebanyak 610 SPPG yang semula ditutup sementara sudah beroperasi kembali.
Di Wilayah II yang mencakup Pulau Jawa, dari 16.594 SPPG yang beroperasi, ada 1.666 SPPG yang masih dalam status tutup sementara. Sebanyak 61 SPPG kena tutup akibat kejadian menonjol, sedangkan 1.605 SPPG kena tutup karena permasalahan infrastruktur, manajemen organisasi, dan mutu gizi. Adapun 1.800 SPPG yang semula ditutup sementara, kini telah beroperasi kembali.
Dari data semua Wilayah, total sebanyak 8.182 SPPG pernah ditutup sementara. Dari jumlah itu, 5.659 SPPG sudah dilepas status tutup sementara atau sudah beroperasi kembali karena sudah memenuhi ketentuan. Sementara itu, 2.213 SPPG masih harus menjalani masa tutup sementara karena belum memenuhi syarat.
Dengan demikian, total sebanyak 3.466 SPPG telah ditutup sementara di Wilayah II dan 3.959 SPPG di Wilayah III.