Trump Tegaskan Tak Peduli Pemilu Paruh Waktu 2026 di Tengah Perang Iran
politik

Trump Tegaskan Tak Peduli Pemilu Paruh Waktu 2026 di Tengah Perang Iran

Tribun News4 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Donald Trump menegaskan tidak peduli dengan pemilu paruh waktu 2026 saat berbicara dalam rapat kabinet pada 27 Mei. Ia yakin rakyat AS memahami alasan perang dengan Iran untuk mencegah senjata nuklir.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Rabu (27/5/2026) bahwa Iran keliru jika mengira dirinya akan melunak dalam negosiasi demi menghindari kebuntuan berkepanjangan menjelang pemilihan paruh waktu 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kabinet di Amerika Serikat. Trump menegaskan sikapnya di tengah perang yang masih berlangsung dengan Iran. Langkah ini diambil karena ia tidak ingin terlihat lemah menjelang pemilu yang akan menentukan komposisi Kongres.

Dalam rapat tersebut Trump mengatakan “Kita akan menunggu lebih lama dari mereka”. Ia menambahkan “Ada pemilihan paruh waktu. Saya tidak peduli dengan pemilihan paruh waktu”. Trump juga merujuk kemenangan kandidat yang didukungnya dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik termasuk kemenangan Jaksa Agung Texas Ken Paxton atas Senator petahana John Cornyn. Menurutnya hasil pemilihan pendahuluan itu menjadi pendahuluan bagi pemilu paruh waktu November mendatang.

Pemilu paruh waktu di AS digelar setiap dua tahun untuk memilih anggota Kongres termasuk DPR dan sebagian Senat. Hasil pemilu ini dapat menentukan partai yang menguasai Kongres dan memengaruhi jalannya pemerintahan presiden. Seiring berlanjutnya perang dengan Iran Partai Republik berisiko menghadapi isu tingginya harga bensin sebagai tantangan utama. Partai Republik juga harus mempertahankan mayoritas tipis di DPR sementara Partai Demokrat semakin yakin memiliki peluang menguasai Senat.

Trump mengatakan dirinya yakin rakyat Amerika memahami alasan dimulainya perang. “Orang-orang memahaminya. Mereka tahu bahwa ini sangat sederhana: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir” kata Trump. Kongres sendiri terdiri dari 435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 100 senator yang berfungsi mengawasi cabang eksekutif. Pemilu paruh waktu berlangsung di antara pemilu presiden yang digelar setiap empat tahun.