Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan
teknologi

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan

CNN Indonesia2 jam lalu👁 2 views🤖 AI Rewritten

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 3 Juni 2026. Ia menjadi salah satu pihak yang dikejar KPK terkait dengan rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta Barat pada 2-3 Juni 2026.

Pantauan CNN Indonesia di lokasi menunjukkan Silmy, yang mengenakan kemeja batik, dikawal beberapa pengawal tiba pukul 22.32 WIB. Beberapa pengawal Silmy yang menghalangi wartawan sempat membuat rusuh dan melakukan aksi pemukulan. Saat berita ini diturunkan, Silmy telah masuk ke ruang pemeriksaan di lantai 2 Gedung KPK.

Ia hanya menjawab singkat pertanyaan soal kegiatannya usai Kepala Imigrasi Jakarta Barat kena OTT dan ia sempat diburu oleh KPK. "Ya gini saja, menyelesaikan agenda," katanya singkat.

KPK menggelar OTT di Jakarta Barat pada 2-3 Juni 2026. Total belasan orang ditangkap dari kegiatan tersebut. Sebagian sudah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, KPK juga menyita setidaknya 4 unit mobil, 9 motor, dan 7 sepeda yang terkait dengan operasi tangkap tangan tersebut. Barang bukti tersebut disimpan di halaman Kantor KPK. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT tersebut berkaitan dengan pengurusan izin Warga Negara Asing (WNA) untuk tinggal di Indonesia.

"Saat dikonfirmasi apakah WNA dan pengacara ikut tertangkap tangan, Budi meminta publik untuk bersabar," ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa dalam proses pengurusan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) ataupun KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap), WNA ini bisa menggunakan perantara untuk prosesnya.

Dalam konferensi pers, Budi akan menjelaskan konstruksinya lebih lanjut. Operasi tangkap tangan tersebut juga menangkap sebagian besar dari kegiatan OTT di Jakarta Barat.