Wanita Kena Kanker Kulit Usai Rutin Pakai Cat Kuku, Gegara Lampu UV?
Gaya Hidup
Health
Wanita Kena Kanker Kulit Usai Rutin Pakai Cat Kuku, Gegara Lampu UV?
CNN Indonesia
Minggu, 31 Mei 2026 13:30 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Ilustrasi. Seorang wanita (52) terkena kanker kulit usai rutin mengecat kuku selama 18 tahun. Begini kata dokter. (istockphoto/Maxpetac)
Jakarta, CNN Indonesia
--
Sebuah akun di media sosial Threads membagikan cerita seorang wanita (52) yang terkena
kanker kulit
setelah rutin memakai
nail polish
di salon kecantikan. Rutin memakai nail polish berarti rutin mengeringkannya dengan UV nail lamp. Apakah paparan UV nail lamp bisa memicu kanker kulit? Simak kata dokter.
Akun Threads @rizqafputri milik Rizqa Febriliany Putri membagikan cerita seorang wanita yang terkena kanker kulit. Wanita tersebut diketahui rutin mengecat kuku (
nail polish
) sehingga terus terkena paparan UV nail lamp atau lampu UV untuk mengeringkan cat kuku dengan cepat.
Lihat Juga :
5 Kebiasaan Pagi yang Diam-Diam Bisa Merusak Jantung
Pada tangan dan kaki wanita itu muncul lesi, lalu muncul benjolan kecil yang menebal, kasar, dan bersisik. Biopsi pada lesi dilakukan guna pemeriksaan. Hasilnya, positif kanker kulit tahap awal (SCC in situ), kemudian lesi lain termasuk actinic keratosis (AK) atau lesi prakanker akibat paparan UV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski positif prakanker, dokter spesialis kulit dan kelamin I Gusti Nyoman Darmaputra berkata kasus tersebut belum membuktikan paparan UV nail lamp jadi penyebab tunggal.
Pilihan Redaksi
5 Ciri Semangka Merah dan Manis, Jangan Salah Pilih
Dokter Ungkap Cara Cegah Kanker Kolorektal, Kurangi Daging Merah
"Penggunaan UV nail lamp secara rutin setiap 3 minggu selama 18 tahun kemungkinan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap akumulasi paparan UV pada punggung tangan. [Sementara] temuan AK sendiri merupakan tanda kerusakan kulit akibat paparan UV kronis," jelas Darma seperti dilaporkan
detikHealth
.
Selain itu, dilihat dari foto yang dibagikan di Threads, wanita tersebut memiliki kulit terang atau fototipe Fitzpatrick I-II yang lebih rentan mengalami kerusakan DNA akibat paparan UV. Hal ini bisa terjadi karena kulit terang punya perlindungan melanin lebih rendah.
Dengan paparan UV yang sama, lanjut Darma, kulit terang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan DNA, AK, dan kanker kulit non-melanoma dibanding mereka yang berkulit gelap.
Kemudian sebagian besar UV nail lamp memancarkan sinar UVA. Sinar UVA risikonya relatif lebih rendah ketimbang paparan sinar matahari langsung.
"Tetapi, paparan berulang dalam jangka panjang tetap berpotensi menyebabkan photoaging, pigmentasi, dan kerusakan DNA kumulatif," imbuhnya.
Kasus ini mungkin membuat para wanita was-was mengecat kuku ke salon kecantikan. Darma pun menyarankan agar mengaplikasikan tabir surya minimal SPF 30 sampai 50 pada punggung tangan sekitar 15-20 menit sebelum sesi dimulai.
Dia berkata kanker tidak akan muncul hanya karena satu atau dua kali sesi pengecatan kuku. Risiko kanker ditentukan oleh akumulasi paparan UV pada kulit sepanjang hidup.
(els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]
Bagikan:
url telah tercopy