Belanda Siap Kerahkan Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz demi Misi NATO
ekonomi

Belanda Siap Kerahkan Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz demi Misi NATO

CNN Indonesia1 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Belanda mengirim kapal penyapu ranjau HNLMS Willemstad ke Laut Mediterania untuk misi NATO yang bisa dikerahkan ke Selat Hormuz. Langkah ini diambil menyusul ketegangan yang menyebabkan blokade de facto jalur minyak utama dunia.

Belanda mengirim kapal penyapu ranjau HNLMS Willemstad ke Laut Mediterania untuk mengikuti misi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO dan dapat dikerahkan ke Selat Hormuz jika diperlukan. Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgoz-Zegerius menyampaikan hal tersebut pada Kamis 28 Mei 2026. Kapal tersebut akan bergabung dengan Gugus Tugas Maritim NATO di Laut Mediterania dan siap ditugaskan lebih jauh bila kondisi mendesak.

Dari sana jika diperlukan kapal dapat dikerahkan ke Selat Hormuz jalur perdagangan penting untuk minyak dan gas. Pemerintah Belanda sedang menjajaki opsi pengerahan kapal penyapu ranjau itu ke Selat Hormuz bersama negara-negara sekutunya. Pernyataan ini disampaikan Yesilgoz-Zegerius melalui akun X pada Rabu 27 Mei.

Pekan lalu pemimpin militer dari sekitar 40 negara menggelar perundingan yang dipimpin Inggris dan Prancis. Pernyataan bersama setelah pertemuan menyebut misi koalisi untuk membuka kembali Selat Hormuz akan melengkapi proses diplomatik guna menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Aksi Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke sejumlah target di Iran sudah berlangsung lebih dari 3 bulan.

Serangan yang dimulai 28 Februari tersebut mencakup Teheran yang menyebabkan kerusakan hingga korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April namun perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa terobosan. Peningkatan konflik di sekitar Iran menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz yang memengaruhi ekspor minyak serta mendorong kenaikan harga bahan bakar di banyak negara.